GOWA – Lembaga Adat Kerajaan Bajeng (LAKB) menggelar acara A’Dinging-Dinging dengan mengangkat tema “Makna Sejarah dan Hubungannya dengan Kemerdekaan RI”. Kegiatan tersebut berlangsung di Bungung Barania, 13 Agustus 2026.
Acara ini menjadi momentum untuk mengenang sekaligus menggali kembali nilai-nilai sejarah, adat dan budaya Kerajaan Bajeng serta keterkaitannya dengan perjalanan sejarah bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.
Kegiatan A’Dinging-Dinging turut dihadiri Penasehat Luar Biasa Lembaga Adat Kerajaan Bajeng, Prof. Asdar, para 37 Anrong Tau, pengurus LAKB, Laskar Gerakan Pemuda Bajeng, komunitas rumpun keluarga 37 Anrong Tau, serta Pemuda Panca Marga Kabupaten Gowa.
Sejumlah unsur eksternal juga tercatat hadir, di antaranya Kapolsek Bajeng dan Kasat Intelkam Polres Gowa, Bija Mangkasara, Seni Budaya Kiwal Garuda Hitam, Monta Bassi Celebes, Pakarena Pusaka Leluhur, Laskar Bori Sallo Deppasawi, Lembaga Rappo Rappo Ri Paropo, serta sejumlah lembaga adat dan tokoh masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kegiatan tidak hanya menjadi agenda internal lembaga adat, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan mempererat hubungan antarkomunitas adat, tokoh budaya, pemuda serta masyarakat.
Melalui tema yang diusung, A’Dinging-Dinging diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran generasi muda terhadap sejarah dan kebudayaan lokal. Nilai-nilai adat dan sejarah Kerajaan Bajeng dipandang sebagai bagian dari kekayaan budaya yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan serta mengingat kembali hubungan antara perjuangan masyarakat di masa lalu dengan semangat kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain itu, keterlibatan sejumlah tokoh dan lembaga adat dari berbagai wilayah diharapkan dapat semakin mempererat hubungan kekeluargaan dan kebudayaan di tengah masyarakat.
A’Dinging-Dinging di Bungung Barania pun menjadi pengingat bahwa pelestarian sejarah dan adat bukan hanya berkaitan dengan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun identitas generasi masa kini dan masa mendatang.
Dengan mengusung semangat sejarah, adat dan kebudayaan, Lembaga Adat Kerajaan Bajeng berharap nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di era modern.
