“Negeri Tanpa Rasa Aman: Motor Perawat Raib di Puskesmas, Hukum ke Mana?”

“Negeri Tanpa Rasa Aman: Motor Perawat Raib di Puskesmas, Hukum ke Mana?”

Sabtu, 03 Januari 2026, Januari 03, 2026


Presnews.my.id|Sampang – Keamanan di Kabupaten Sampang kian runtuh dan nyaris tak berwajah. Aksi pencurian sepeda motor kini bukan lagi kejadian luar biasa, melainkan rutinitas yang menghantui warga. Ironisnya, kejahatan kali ini terjadi di lokasi yang seharusnya menjadi zona aman: Puskesmas Omben. Fakta ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak yang bertanggung jawab atas rasa aman masyarakat, Sabtu 03-01-2026.


Korban adalah Imron Sudewo, seorang perawat yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Saat ia sibuk melayani pasien, sepeda motor pribadinya justru digondol pencuri dengan cara yang terbilang rapi dan berani. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 25 Desember 2025, sekitar pukul 18.16 WIB, di halaman belakang puskesmas—sebuah fasilitas vital yang semestinya berada di bawah pengawasan ketat.


Sepeda motor Honda Beat putih-merah tahun 2015 bernopol M 3784 NG diparkir dalam kondisi terkunci setir. Namun, kelengahan sesaat karena tuntutan tugas medis dimanfaatkan pelaku. Dalam hitungan menit, tanggung jawab negara atas keamanan warga seolah menguap begitu saja.


Rekaman CCTV justru mempermalukan sistem pengamanan yang ada. Dua pria tak dikenal terlihat leluasa mendekati motor korban, merusak kunci dengan kunci palsu, lalu membawa kabur kendaraan tersebut tanpa hambatan berarti. Tak ada petugas, tak ada pencegahan, tak ada rasa takut. Pelaku bertindak seolah wilayah itu bebas hukum.


Sekitar pukul 20.30 WIB, korban kembali ke area parkir dan hanya mendapati ruang kosong. Bukan hanya satu unit sepeda motor yang hilang, tetapi juga rasa aman, kepercayaan, dan wibawa penegakan hukum di mata publik. Kerugian mencakup kendaraan beserta BPKB dan STNK atas nama Samsul Arifin.


Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Sampang sebagai dugaan pencurian dengan pemberatan. Namun masyarakat kini tidak lagi cukup disuguhi kalimat “masih dalam penyelidikan”. Publik menuntut hasil, bukan sekadar prosedur.


Rentetan kasus serupa menunjukkan satu fakta pahit: Sampang sedang darurat keamanan. Jika fasilitas kesehatan saja bisa disusupi pencuri tanpa perlawanan, maka ruang publik lain hanyalah menunggu giliran. Negara seolah hadir setelah kejahatan terjadi, bukan mencegahnya.


Peristiwa ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan peringatan keras. Ketika perawat kehilangan kendaraan saat menolong pasien, maka yang sesungguhnya dirampas adalah rasa aman seluruh warga Sampang.

(Wir)

TerPopuler