GEMPAR! Truk 6 Roda Bawa Bantuan Gubernur Datang, Tim Aksi: "BAWA BALIK! KAMI BUKAN BADUT YANG BISA DIBELI!"

GEMPAR! Truk 6 Roda Bawa Bantuan Gubernur Datang, Tim Aksi: "BAWA BALIK! KAMI BUKAN BADUT YANG BISA DIBELI!"

Sabtu, 18 April 2026, April 18, 2026


 


SAMARINDA – Suasana di Lamin Etam, depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, digemparkan kedatangan sebuah truk 6 roda sewaan atau rentalan pada dini hari tadi. Kendaraan besar itu diketahui membawa bantuan yang berasal dari Gubernur, yang diantar menggunakan mobil rental. Namun, apa yang terjadi selanjutnya menunjukkan betapa kokohnya prinsip Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim.

 

Truk tersebut memarkirkan kendaraannya tepat di depan posko, membuka bak kendaraan dan bersiap menurunkan muatan dengan asumsi bantuan akan diterima. Namun dugaan itu salah besar. Di hadapan semua orang, Tim Aksi justru menolak, mengusir, dan memuntahkan kembali bantuan tersebut secara mentah-mentah.

 


Teriak lantang terdengar dari Ifan, penjaga posko yang bertugas saat itu. Dengan mata menyala dan nada suara yang penuh penekanan, ia menegaskan batas tegas perjuangan mereka.

Truk 6 roda itu parkir, buka bak, mau nurunin bantuan. Saya bilang: "BAWA BALIK! PERJUANGAN KAMI TIDAK UNTUK DIJUAL!" teriak Ifan tegas.

 

Tim Aksi menegaskan kembali komitmennya yang tak tergoyahkan: Gerakan ini adalah 100% milik rakyat. Dibangun dari keringat rakyat, diperjuangkan untuk kepentingan rakyat, dan seluruh kebutuhannya dibiayai oleh rakyat sendiri.

 

"Kami tegaskan: gerakan ini 100% dari keringat rakyat, untuk rakyat, dibiayai rakyat! Kami tidak sudi independensi kami diludahi kepentingan penguasa yang sedang kami gugat!" tegas pernyataan sikap mereka.

 

Mereka menuding bahwa kedatangan truk tersebut adalah upaya untuk membungkam suara rakyat dengan materi. Namun,  

"Kalian pikir truk penuh logistik bisa bungkam mulut kami? SALAH BESAR!" perhitungan itu dinilai salah besar.

 

Fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Setelah bantuan itu ditolak dan dikembalikan, semangat warga justru semakin membara dan mengamuk dalam bentuk dukungan yang tak terputus. Nasi bungkus berdatangan dari segala arah, tumpukan air mineral menggunung, hingga uang receh yang dikumpulkan dari tangan-tangan rakyat yang bekerja keras namun jujur. Semua itu menjadi bukti bahwa rakyat berdiri tegak di belakang Aliansi.

 

Ini bukan sekadar aksi penyampaian aspirasi, ini adalah PERLAWANAN. "Selama nafas ini ada, posko ini berdiri, orasi ini menggema, sampai yang kami lawan bisa tumbang! Ini perlawanan rakyat yang tak akan padam!" pungkas tim Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim.

TerPopuler