“Serah Terima 200 Bibit, ULD-PB Sampang Genjot Program Tanam Rawat di Desa Tangguh”
Presnews.my.id|Sampang – Upaya penghijauan dan penguatan ketahanan lingkungan terus digalakkan di Kabupaten Sampang. Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB) Kabupaten Sampang resmi menerima bantuan sebanyak 200 bibit tanaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang dalam kegiatan serah terima yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Senin 30-3-2026.
Bantuan bibit tersebut akan dimanfaatkan dalam program tanam rawat, yang menjadi bagian dari strategi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Rencananya, bibit-bibit ini akan disalurkan ke sejumlah desa yang telah terbentuk sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana) di wilayah Kabupaten Sampang.
Adapun jenis bibit yang diterima meliputi bibit jambu air, pohon cemara, durian, serta alpukat. Tanaman tersebut dinilai memiliki nilai ekologis dan ekonomis, sehingga diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Ketua ULD-PB Kabupaten Sampang, Zahruddin, S.Kep., M.Kes, menyampaikan apresiasi atas dukungan BPBD Sampang dalam mendorong program pelestarian lingkungan yang inklusif.
“Bantuan ini bukan sekadar penanaman pohon, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dalam menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BPBD Sampang, Ahmed Baso selaku Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK), menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan wilayah.
“Kami berharap bibit ini dirawat dengan baik oleh masyarakat. Program tanam rawat ini menjadi langkah nyata dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana,” ungkapnya.
Kegiatan serah terima tersebut turut dihadiri oleh anggota dan pengurus ULD-PB Kabupaten Sampang yang menunjukkan komitmen bersama dalam menyukseskan program penghijauan berbasis komunitas.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan desa-desa penerima dapat semakin mandiri dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sekaligus menciptakan lingkungan yang hijau dan berkelanjutan. (Wir)

