SAMARINDA – Situasi semakin memanas di depan Kantor Gubernur Kaltim, Sungguh tindakan yang tidak beradab! Ribuan massa dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim yang datang dengan damai untuk menyampaikan aspirasi justru DIPAGARI dan DIBLOKADE ketat di depan Kantor Gubernur.
Bukannya disambut baik, rakyat justru diperlakukan seolah-olah HEWAN BUAS yang mau menerkam. Pagar tinggi dan kawat berduri dipasang rapat, menutup akses masuk sepenuhnya. sehingga massa tidak bisa masuk dan bertemu langsung. Padahal sebelumnya dijanjikan akan disambut, tapi kenyataannya justru dikurung dan dijauhkan.
“Kita datang mau menyampaikan aspirasi, mau bicara baik-baik. Tapi kenapa dipagar? Kenapa dikunci rapat? Ini bukan sikap pemimpin, ini sikap pengecut yang takut menghadapi rakyat!” teriak massa dengan penuh amarah.
Melihat sikap yang tidak manusiawi ini, para Tokoh Adat yang hadir tidak tinggal diam. Sebelum orasi dimulai, mereka melakukan RITUAL PEMBUKAAN PAGAR secara adat.
Tujuannya jelas: agar pintu yang tertutup rapat itu bisa terbuka, agar kebenaran bisa masuk, dan agar kebusukan yang disembunyikan di dalam bisa terungkap.
“Kami buka pagar ini bukan dengan kekerasan, tapi dengan kekuatan adat dan doa, Biar apa yang disembunyikan di dalam, terutama soal ANGGARAN FIKTIF, bisa terkuak semua!” ujar tokoh adat dengan tegas.
Mengapa sampai segitunya menutup pintu? Mengapa begitu takut membiarkan rakyat masuk?
Massa menduga kuat, ada ANGGARAN FIKTIF yang disembunyikan di dalam gedung itu. Uang rakyat yang jumlahnya triliunan rupiah diduga tidak dikelola dengan benar, sementara di luar sana, jalanan hancur lebur tak terurus, rakyat susah, tapi gedung pemimpin dikawal ketat bagai benteng pertahanan.
“Banyak jalan di Kaltim ini hancur, rakyat susah dapat air bersih, kesehatan mahal. Tapi anggaran triliunan entah kemana? Berapa banyak lagi anggaran yang akan dikeluarkan untuk hal-hal yang tidak jelas sementara rakyat menderita?” seru orator.
Sudah lebih dari 3 JAM massa berorasi, berteriak, dan menunggu jawaban, Tapi apa hasilnya? KOSONG!!!.
GUBERNUR RUDI MAS'UD TIDAK MUNCUL JUGA.
Gubernur Rudy Mas'ud tidak kunjung muncul. Tidak ada satupun pejabat tinggi yang berani keluar menemui massa. Mereka bersembunyi di dalam, membiarkan rakyat berteriak di bawah terik matahari.
“Ini pemimpin macam apa? Jabatan diambil, tapi tanggung jawab dilarikan! Kalau takut menghadapi rakyat, mending mundur saja! Jangan jadi pemimpin tapi tidak punya marwah dan harga diri!”
KESIMPULAN RAKYAT:
Dipagar & Diblokade = Bukti ada yang disembunyikan!
Anggaran Diduga Fiktif = Uang rakyat dikorupsi!
Gubernur Hilang = Tidak punya nyali & tidak peduli rakyat!
Sudah 3 Jam Tak Menemu = Pemimpin yang kehilangan harga diri!
“PEMIMPIN YANG MEMAGAR DIRI DARI RAKYAT ADALAH PEMIMPIN YANG SUDAH HILANG MANDAT DAN HILANG MARWAH!”
