“GIZI ATAU RACUN? Menu MBG di Sampang Disorot, Aktivis: Ini Penghinaan untuk Rakyat!”

“GIZI ATAU RACUN? Menu MBG di Sampang Disorot, Aktivis: Ini Penghinaan untuk Rakyat!”

Selasa, 31 Maret 2026, Maret 31, 2026

 “GIZI ATAU RACUN? Menu MBG di Sampang Disorot, Aktivis: Ini Penghinaan untuk Rakyat!"

'Gambar ini diambil dari potongan video, yang direkam oleh tim media'



Sampang – Program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, justru menuai sorotan tajam. Alih-alih meningkatkan asupan gizi balita, program ini diduga menghadirkan makanan yang tak layak konsumsi dan jauh dari standar gizi.



Temuan itu mencuat dari penyaluran MBG pada Selasa (31/3/2026) di Desa Pangelen. Sejumlah orang tua balita mengeluhkan dan menolak, dikarenakan kualitas dan porsi makanan yang dinilai tidak manusiawi, bahkan terkesan “dipangkas”.


Dalam satu paket MBG, penerima hanya mendapatkan nasi putih sebesar satu kepalan tangan, seiris tahu, sepotong kecil ayam berukuran tak lebih dari koin, satu buah pisang, serta mie kuning. Komposisi tersebut dinilai jauh dari kategori gizi seimbang untuk balita.


Salah satu keluarga penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa berat dengan kondisi tersebut. Ia bahkan menyebut makanan yang diterima sudah dalam kondisi tidak layak konsumsi.


“Ini bukan gizi seimbang, tapi kekecewaan. Mie-nya sudah basi, baunya tidak enak, bahkan hewan saja tidak mau memakannya,” ujarnya geram.


Kritik keras juga datang dari kalangan aktivis di Sampang. Mereka menilai kejadian ini bukan sekadar kelalaian, melainkan dugaan serius adanya persoalan dalam pengelolaan program.


“Ini sudah keterlaluan! Jika benar makanan yang dibagikan basi, ini bukan kesalahan teknis biasa. Ini indikasi kelalaian fatal, bahkan patut diduga ada permainan dalam pengelolaan anggaran,” tegasnya.


Menurutnya, program yang seharusnya membantu masyarakat justru berpotensi membahayakan, terutama bagi balita yang menjadi sasaran utama.


“Jangan jadikan balita sebagai ‘kelinci percobaan’ makanan tidak layak. Ini menyangkut kesehatan generasi ke depan,” tambahnya.


Aktivis tersebut mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap program MBG di Sampang. Ia juga meminta transparansi penuh terkait pihak-pihak yang terlibat.


“Ini uang rakyat! Tapi yang diberikan justru makanan yang tidak pantas dimakan. Kami minta bongkar total—siapa penyedia, siapa pengawas, dan siapa yang harus bertanggung jawab. Jangan ada yang bersembunyi di balik jabatan. Jika terbukti, harus dibawa ke ranah hukum!” tandasnya.


Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh keterangan resmi dan penjelasan yang lebih komprehensif. (Wir) 

TerPopuler