Di Bawah Terik Matahari, 68 Siswa SDN Gunung Sekar 2 Sampang Buktikan Arti Pantang Menyerah
Presnews.my.id|Sampang – Terik matahari bukan alasan untuk berhenti. Di antara riuh tepuk tangan dan sorak-sorai warga yang memadati sepanjang rute gerak jalan, 68 siswa SDN Gunung Sekar 2 Sampang terus melangkah, menjaga barisan dan menahan lelah demi satu tujuan: menuntaskan perjalanan dengan kepala tegak di bawah kibaran semangat merah putih.
Keikutsertaan mereka menjadi salah satu warna dalam kemeriahan gerak jalan tingkat Kabupaten Sampang dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 68 siswa SDN Gunung Sekar 2 diterjunkan dalam kegiatan yang dipusatkan di kawasan Alun-Alun Trunojoyo Sampang. Mereka terbagi menjadi empat regu, terdiri atas dua regu putra dan dua regu putri. Masing-masing regu beranggotakan 17 siswa.
Bukan sekadar jumlah peserta yang menarik perhatian. Kekompakan empat regu tersebut menjadi gambaran bagaimana latihan, disiplin, dan kebersamaan dibangun sebelum mereka turun ke jalan.
Sejak meninggalkan garis start, setiap langkah berusaha diselaraskan. Gerakan kaki diatur dalam satu irama, barisan dijaga agar tetap rapi, sementara para siswa berusaha mempertahankan konsentrasi meski harus berjalan di bawah teriknya matahari.
Nuansa merah-putih semakin mempertegas atmosfer kemerdekaan. Para siswa mengenakan busana bernuansa merah dan putih yang dipadukan dengan topi hitam serta sarung bermotif batik.
Penampilan regu putri tampil dengan karakter tersendiri. Busana merah-putih dipadukan dengan sarung kebaya bermotif batik. Perpaduan tersebut menghadirkan kesan anggun, tetapi tidak mengurangi ketegasan mereka dalam menjaga formasi dan irama langkah.
Gerak jalan tingkat Kabupaten Sampang tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan berlangsung pada 11–12 Agustus 2026 dengan melibatkan peserta dari jenjang SD sederajat, SMP sederajat hingga SMA sederajat.
Kawasan Alun-Alun Trunojoyo Sampang menjadi titik start sekaligus finish. Para peserta mulai bergerak sekitar pukul 12.00 WIB menyusuri rute yang telah ditetapkan panitia.
Di sepanjang perjalanan, masyarakat berjejer di sisi jalan. Sebagian datang bersama keluarga, sebagian lainnya sengaja meluangkan waktu untuk menyaksikan penampilan para pelajar yang membawa warna tersendiri dalam perayaan kemerdekaan.
Bagi 68 siswa SDN Gunung Sekar 2, perjalanan itu bukan tanpa tantangan.
Panas matahari, panjangnya rute, dan tuntutan untuk tetap menjaga barisan menjadi ujian tersendiri. Namun, sorakan warga justru menjadi energi tambahan. Setiap tepuk tangan seolah menjadi pesan agar langkah mereka tidak berhenti sebelum mencapai garis akhir.
Kepala SDN Gunung Sekar 2 Sampang, Rohmadi, mengaku bangga melihat perjuangan anak didiknya.
Menurutnya, gerak jalan tidak semata-mata tentang perlombaan atau mengejar posisi juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana pendidikan karakter yang berlangsung di ruang terbuka, melalui pengalaman langsung yang tidak selalu diperoleh siswa di dalam kelas.
“Gerak jalan ini bukan hanya tentang melangkah bersama sampai garis finish. Kegiatan ini juga melatih ketahanan fisik, kedisiplinan, kerja sama, serta membangun karakter anak-anak agar memiliki jiwa nasionalisme dan semangat pantang menyerah,” ujar Rohmadi.
Kebanggaan itu semakin terasa ketika seluruh peserta mampu menyelesaikan perjalanan. Tidak ada yang memilih menyerah di tengah rute. Keempat regu tetap berusaha menjaga semangat dan kekompakan hingga akhirnya tiba di garis finish.
Bagi Rohmadi, pencapaian tersebut memiliki makna yang lebih besar dibandingkan sekadar piala.
Ia ingin anak-anak memahami bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh siapa yang berdiri sebagai juara. Ada proses panjang yang justru lebih penting: berani mencoba, mampu bertahan ketika lelah, disiplin mengikuti aturan, dan belajar berjalan bersama dalam satu tujuan.
“Saya tidak terlalu menuntut mereka harus juara. Yang penting mental mereka diuji saat mengikuti lomba. Itu menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi mereka,” katanya.
Di situlah gerak jalan menemukan maknanya.
Apa yang terlihat sebagai barisan siswa yang berjalan di tengah keramaian sesungguhnya menyimpan proses pendidikan yang jauh lebih dalam. Ada disiplin dalam setiap langkah, ada kerja sama dalam setiap formasi, ada keberanian menghadapi rasa lelah, dan ada semangat untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai.
Bagi 68 siswa SDN Gunung Sekar 2 Sampang, gerak jalan HUT ke-81 RI bukan sekadar perjalanan dari garis start menuju garis finish.
Ia menjadi sebuah pengalaman tentang bagaimana sebuah tujuan tidak mungkin dicapai sendirian.
Sebab kemerdekaan pun mengajarkan hal yang sama: sebuah langkah mungkin kecil ketika dilakukan sendiri, tetapi akan menjadi kekuatan besar ketika ribuan langkah bergerak dalam satu semangat.
Dan siang itu, di bawah terik matahari Sampang, 68 langkah muda itu telah menunjukkan satu hal sederhana–semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara dan bendera, tetapi juga dengan keberanian untuk terus melangkah meski lelah belum berakhir.
Editor : Wir

