"Terbukti Tak Sesuai Spek, BBWS Brantas Minta Proyek P3-TGAI Gulbung Dibongkar, Termin Kedua Terancam Tertahan"

"Terbukti Tak Sesuai Spek, BBWS Brantas Minta Proyek P3-TGAI Gulbung Dibongkar, Termin Kedua Terancam Tertahan"

Selasa, 21 Juli 2026, Juli 21, 2026

"Terbukti Tak Sesuai Spek, BBWS Brantas Minta Proyek P3-TGAI Gulbung Dibongkar, Termin Kedua Terancam Tertahan"

_Gambar ini di ambil ketika tim BBWS Bongkar Hippa Rabasan Indah_


Presnews.my.id|SAMPANG – Sorotan terhadap dugaan pelaksanaan proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) HIPPA Rabasan Indah di Dusun Srapong, jalan Asem Raya, Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, akhirnya berbuah tindakan. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas turun tangan dan menemukan adanya pekerjaan yang belum sesuai ketentuan teknis.



Temuan itu diperoleh setelah Tenaga Ahli P3-TGAI BBWS Brantas, Roif Fitrianto, ST, melakukan inspeksi langsung ke lokasi proyek yang sebelumnya ramai disorot lantaran diduga tidak mengacu pada shop drawing dan petunjuk teknis (juknis).



Dari hasil pemeriksaan lapangan, BBWS Brantas menemukan sejumlah titik pekerjaan yang dinilai tidak memenuhi spesifikasi. Atas dasar itu, Roif merekomendasikan agar bagian pekerjaan yang tidak sesuai dibongkar dan dikerjakan ulang sesuai gambar kerja.



"Rekomendasinya, titik-titik yang tidak sesuai harus dibongkar dan diperbaiki sesuai juknis," tegas Roif usai melakukan pemeriksaan di lokasi, Senin (20/7/2026).



Roif menegaskan, rekomendasi tersebut bukan sekadar saran, melainkan harus ditindaklanjuti oleh pelaksana proyek. Jika perbaikan tidak dilakukan sesuai hasil evaluasi teknis, maka proyek berpotensi menghadapi konsekuensi administratif, termasuk tertundanya pencairan dana termin kedua karena pekerjaan belum memenuhi persyaratan teknis.



Langkah BBWS Brantas tersebut menjadi sinyal bahwa setiap pekerjaan P3-TGAI yang dibiayai APBN harus dilaksanakan sesuai standar mutu dan spesifikasi teknis. Pengawasan dilakukan agar anggaran negara benar-benar menghasilkan infrastruktur irigasi yang berkualitas, bermanfaat bagi petani, serta dapat dipertanggungjawabkan.



Sementara itu, pihak yang disebut sebagai pelaksana pekerjaan, Akrom, melalui Usman, telah dimintai tanggapan terkait hasil pemeriksaan Tenaga Ahli BBWS Brantas. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi maupun respons.



Sebelumnya, media mengungkap dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan proyek P3-TGAI HIPPA Rabasan Indah, khususnya pada pekerjaan pondasi pasangan batu yang diduga tidak sepenuhnya mengacu pada shop drawing dan ketentuan teknis.



Temuan investigasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh BBWS Brantas melalui pemeriksaan lapangan. Hasilnya, sejumlah pekerjaan dinyatakan perlu diperbaiki dan direkomendasikan dibongkar sebelum proyek dapat dinyatakan memenuhi standar teknis yang dipersyaratkan.

Editor : Wir

TerPopuler