“Ketika Gambar Teknis Berbicara Lain: Dugaan Penyimpangan P3-TGAI Desa Apaan Mengemuka”
Presnews.my.id|Sampang – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dikerjakan HIPPA Apaan Jaya di Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah indikasi dugaan ketidaksesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis. Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pelaksanaan proyek yang dibiayai dari anggaran negara.
Berdasarkan hasil investigasi di lapangan yang dilakukan media ini pada Senin (13/7/2026), terdapat dugaan kuat bahwa pekerjaan pondasi saluran tidak dikerjakan sebagaimana tercantum dalam gambar teknis. Dokumen teknis yang diperoleh media menunjukkan pondasi pasangan batu direncanakan memiliki kedalaman sekitar 30 sentimeter, yang berarti harus diawali dengan pekerjaan galian pondasi sebagai dasar konstruksi.
Namun, fakta di lokasi menunjukkan kondisi berbeda. Pasangan batu diduga langsung disusun di atas permukaan tanah yang telah diratakan tanpa didahului pekerjaan galian pondasi sebagaimana tergambar dalam desain teknis. Jika dugaan tersebut terbukti, kondisi itu berpotensi memengaruhi kekuatan dan umur konstruksi saluran irigasi.
Selain persoalan pondasi, jenis material batu yang digunakan juga menjadi perhatian. Batu yang terpasang diduga merupakan batu sirtu atau batu urukan, bukan batu gunung yang lazim digunakan sebagai pasangan saluran untuk memenuhi standar kekuatan konstruksi. Dugaan tersebut masih menunggu penjelasan dari pihak yang berwenang.
Temuan-temuan tersebut memunculkan pertanyaan apakah pelaksanaan pekerjaan telah mengacu pada gambar teknis dan spesifikasi yang menjadi dasar pelaksanaan P3-TGAI, atau justru terjadi perubahan metode dan material tanpa dasar teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Media ini telah berupaya meminta konfirmasi kepada pelaksana HIPPA Apaan Jaya terkait dugaan tidak dilaksanakannya galian pondasi serta penggunaan material batu pada proyek tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan maupun klarifikasi yang diberikan.
Untuk memperoleh informasi yang berimbang, media juga telah mengajukan konfirmasi kepada Tim Pendamping (TA) P3-TGAI Jawa Timur guna memastikan apakah terdapat perubahan desain yang telah mendapat persetujuan resmi, atau justru ditemukan pelaksanaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
Media akan memuat penjelasan dari seluruh pihak terkait sebagai bagian dari prinsip keberimbangan apabila klarifikasi telah diterima.
Penulis : Tim
Editor : Wir
