"Kami Bukan Pengemis!" Warga Camplong Mengaku Diberi Uang Saat Hendak Konfirmasi Jalan Rusak
![]() |
| _Gambar ini hanya Ilustrasi_ |
Presnews.my.id|SAMPANG – Seorang warga Kecamatan Camplong mengaku kecewa terhadap pelayanan yang diterimanya saat mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang untuk mengonfirmasi kondisi jalan di salah satu dusun di Desa Dharma Camplong, Rabu (17/6/2026).
![]() |
| _Gambar ini diambil dari potong video Tollip Sanjaya ketika di kantor PUPR Sampang_ |
Alih-alih mendapat kesempatan menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur yang dikeluhkan masyarakat, warga bernama Tollip Sanjaya mengaku justru menerima perlakuan yang membuat dirinya merasa tidak dihargai.
Tollip mengatakan dirinya datang bersama dua rekannya untuk menemui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Sampang, Sahrul. Mereka mengaku telah menunggu di ruang tunggu sebelum akhirnya bertemu dengan pejabat tersebut.
Namun, menurut pengakuannya, pertemuan yang berlangsung singkat itu tidak diisi dengan dialog mengenai persoalan jalan yang ingin mereka sampaikan.
"Kami datang untuk mengonfirmasi terkait jalan di salah satu dusun di Desa Dharma Camplong. Setelah menunggu, Pak Sahrul datang, bersalaman, lalu memberikan uang Rp50 ribu kepada rekan saya dan langsung pergi tanpa menanyakan maksud dan tujuan kedatangan kami," kata Tollip.
Ia mengaku perlakuan tersebut membuat dirinya dan rekan-rekannya merasa tersinggung. Menurutnya, tindakan itu menimbulkan kesan bahwa kedatangan mereka dianggap untuk meminta uang, bukan menyampaikan aspirasi masyarakat.
"Kami sangat kecewa dan merasa direndahkan. Tujuan kami datang adalah menyampaikan persoalan jalan yang menjadi kebutuhan warga, bukan meminta uang. Kami berharap masyarakat yang datang ke kantor pemerintahan untuk menyampaikan aspirasi dapat dilayani dengan baik dan dihargai," ujarnya.
Tollip juga meminta Pemerintah Kabupaten Sampang memberikan perhatian terhadap dugaan pelayanan yang dinilainya kurang mencerminkan etika pelayanan publik tersebut.
"Kami berharap Bupati Sampang H. Slamet Junaidi melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap bawahannya agar kejadian seperti ini tidak terulang. Masyarakat datang ke kantor pemerintah untuk mencari solusi, bukan untuk diperlakukan dengan cara yang dapat menimbulkan kesalahpahaman," tegasnya.
Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pelayanan publik dan pola komunikasi aparatur pemerintah dengan masyarakat yang datang menyampaikan aspirasi secara langsung.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Sampang, Sahrul, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan Lain melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp belum mendapatkan respons.
Berita ini akan diperbarui apabila pihak yang bersangkutan memberikan hak jawab atau klarifikasi resmi terkait peristiwa tersebut.
Penulis: Wir
Editor : Red

