“Kecelakaan di Sampang Bongkar Dugaan Mafia Rokok Ilegal: Hukum Berani Naik ke Cukong atau Berhenti di Sopir?”

“Kecelakaan di Sampang Bongkar Dugaan Mafia Rokok Ilegal: Hukum Berani Naik ke Cukong atau Berhenti di Sopir?”

Sabtu, 23 Mei 2026, Mei 23, 2026

 “Kecelakaan di Sampang Bongkar Dugaan Mafia Rokok Ilegal: Hukum Berani Naik ke Cukong atau Berhenti di Sopir?”



Presnews.my.id|Sampang – Kecelakaan tunggal yang terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Polagan, Kabupaten Sampang, Jumat (22/5/2026), justru membuka dugaan praktik besar peredaran rokok ilegal di Madura.



Sebuah mobil Daihatsu Xenia hitam bernopol N 1169 AAU yang terguling akibat pecah ban diketahui mengangkut ribuan bungkus rokok tanpa pita cukai dari berbagai merek. Peristiwa itu sontak menyita perhatian warga dan memunculkan pertanyaan serius terkait lemahnya penindakan terhadap mafia rokok ilegal yang selama ini diduga bebas beroperasi.



Menurut informasi di lapangan, mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dari arah selatan ke utara sebelum akhirnya hilang kendali usai ban meledak. Kendaraan terbalik di tengah jalan dan warga berbondong-bondong datang untuk menolong pengemudi.



Namun, warga justru dibuat tercengang setelah melihat isi kendaraan yang dipenuhi kardus rokok ilegal tanpa pita cukai resmi.



Kasat Lantas Polres Sampang, AKP Sulaiman, membenarkan adanya kecelakaan tunggal tersebut. Ia menyebut penanganan perkara kini dibagi menjadi dua bagian.



“Untuk kecelakaan lalu lintas ditangani Satlantas. Sedangkan dugaan tindak pidana terkait muatan ilegalnya ditangani Satreskrim yang saat ini masih melakukan penyelidikan,” ujar AKP Sulaiman.



Dari informasi yang dihimpun dari masyarakat serta sumber di lapangan, muatan rokok ilegal itu diduga berkaitan dengan jaringan besar produsen rokok ilegal di Madura. Sejumlah merek yang ditemukan disebut-sebut bukan nama baru dalam peredaran rokok ilegal.



Merek Marbol diduga terkait figur berinisial H. Bulla. Sementara merek 54ryaku disebut-sebut berkaitan dengan jaringan H. Arif. Adapun merek Angker dan Hummer santer dikaitkan dengan nama H. Tomin dan H. Umam.



Nama H. Tomin dan H. Umam sendiri disebut bukan pemain kecil. Di kalangan masyarakat bawah, keduanya kerap disebut sebagai orang kepercayaan sosok yang dijuluki “Sultan Madura”, figur yang diduga menjadi pengendali utama bisnis rokok ilegal lintas wilayah di Pulau Madura.



Ironisnya, di tengah besarnya dugaan jaringan yang terlibat, muncul informasi bahwa barang bukti beserta sopir kendaraan rencananya akan dilimpahkan ke Bea Cukai Madura.



Rencana pelimpahan itu memantik sorotan tajam publik. Pasalnya, banyak kasus rokok ilegal sebelumnya dinilai hanya berhenti pada penyitaan barang atau sanksi administratif semata, sementara aktor intelektual dan cukong besar di balik bisnis ilegal tersebut nyaris tak pernah tersentuh hukum.



Publik kini menanti keberanian aparat penegak hukum untuk tidak sekadar mengamankan sopir dan barang bukti, tetapi juga membongkar jalur distribusi, pemodal, hingga sosok besar yang selama ini diduga kebal hukum di balik maraknya peredaran rokok ilegal di Madura. (Tim) 

TerPopuler