"Warga Antre BBM Berjam-jam, Tangki Pertamina Diduga Salurkan BBM ke Jeriken di Pinggir Jalan”

"Warga Antre BBM Berjam-jam, Tangki Pertamina Diduga Salurkan BBM ke Jeriken di Pinggir Jalan”

Sabtu, 04 Juli 2026, Juli 04, 2026

 "Warga Antre BBM Berjam-jam, Tangki Pertamina Diduga Salurkan BBM ke Jeriken di Pinggir Jalan”

_Gambar ini hanya ilustrasi_


Presnews.my.id|Sampang – Di saat ribuan warga Kabupaten Sampang harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, muncul dugaan adanya penyaluran BBM dari mobil tangki Pertamina ke jeriken di luar SPBU. Dugaan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan distribusi BBM di tengah kelangkaan yang masih dirasakan masyarakat.



Awak media mendapati sebuah mobil tangki Pertamina bernomor polisi L 8538 berhenti di kawasan Jalan Raya Torjun, tepatnya di sekitar lapangan, pada Kamis (2/7/2026). Di samping mobil tangki tampak sebuah mobil Suzuki Carry terparkir. Dari lokasi tersebut diduga berlangsung aktivitas penyaluran BBM langsung dari mobil tangki ke sejumlah jeriken.



Di masyarakat, praktik semacam itu kerap disebut sebagai "mobil kencing", yakni istilah yang merujuk pada dugaan pengeluaran sebagian muatan mobil tangki sebelum tiba di lokasi bongkar muat resmi di SPBU.



Temuan tersebut bukan berdiri sendiri. Seorang warga Kecamatan Jrengik, Mansur (48), mengaku beberapa kali melihat mobil tangki Pertamina berhenti di jalur Jrengik–Torjun dengan pola yang serupa.



«"Sering, Mas, saya melihat mobil tangki Pertamina berhenti di pinggir jalan. Di dekatnya biasanya ada mobil Carry," ujarnya.»



Apabila dugaan tersebut benar, praktik itu patut menjadi perhatian serius. Mobil tangki pengangkut BBM pada prinsipnya bertugas mengirimkan seluruh muatan langsung ke tangki pendam SPBU sesuai prosedur operasional. Penyaluran BBM di luar titik distribusi resmi bukan hanya menimbulkan pertanyaan mengenai kepatuhan terhadap standar operasional, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan karena BBM merupakan bahan yang sangat mudah terbakar.



Ironisnya, dugaan aktivitas tersebut muncul ketika masyarakat Sampang sedang menghadapi kelangkaan BBM bersubsidi. Sejak akhir Juni 2026, antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU akibat keterbatasan pasokan. Di tengah kondisi itu, dugaan adanya penyaluran BBM di luar jalur distribusi resmi tentu memantik perhatian publik dan menuntut adanya penjelasan dari pihak yang berwenang.



Untuk mengonfirmasi temuan tersebut, awak media menghubungi Pengawas Pertamina, Vian Candra, melalui pesan WhatsApp. Media menanyakan apakah penyaluran BBM langsung dari mobil tangki ke jeriken diperbolehkan sesuai ketentuan operasional.



Namun, Vian Candra tidak memberikan jawaban atas substansi pertanyaan tersebut. Ia hanya membalas singkat, "Nopol berapa itu, Mas?"



Setelah nomor polisi mobil tangki, yakni L 8538, disampaikan, awak media kembali meminta tanggapan terkait dugaan aktivitas tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan maupun klarifikasi dari yang bersangkutan.



Munculnya dugaan praktik yang dikenal sebagai "mobil kencing" di tengah krisis pasokan BBM menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap Pertamina Patra Niaga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap armada yang diduga terlibat, sekaligus memperketat pengawasan distribusi BBM agar penyaluran bersubsidi benar-benar berlangsung sesuai prosedur, transparan, dan tepat sasaran.



Pengawasan juga diharapkan tidak hanya dilakukan saat proses pembongkaran di SPBU, tetapi sejak armada meninggalkan terminal BBM hingga tiba di lokasi tujuan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak ada penghentian kendaraan maupun aktivitas penyaluran BBM di luar titik distribusi resmi tanpa alasan operasional yang dapat dipertanggungjawabkan.



Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Pertamina masih memiliki hak jawab dan hak klarifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers apabila ingin memberikan penjelasan atau bantahan atas dugaan yang dimuat dalam pemberitaan ini.

Penulis : Tim

Editor  : Wir


TerPopuler