Viral Dulu, Baru Ditangkap! DPO Bandar Narkoba Bangkalan Dibekuk Kurang dari 3 Jam
![]() |
| _Gambar ini hanya ilustrasi_ |
Presnews.my.id|Bangkalan – Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus narkotika, Teh Nasar, akhirnya ditangkap Satresnarkoba Polres Bangkalan pada Jumat (26/6/2026). Penangkapan dilakukan kurang dari tiga jam setelah pemberitaan mengenai belum tertangkapnya buronan tersebut menjadi viral dan bukti-bukti keberadaannya disampaikan kepada Kapolres Bangkalan, AKBP Wibowo.
Kepastian penangkapan itu dibenarkan Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama. Ia mengatakan Teh Nasar kini telah diamankan di Mapolres Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Ya betul, Teh Nasar sudah ditangkap dan saat ini berada di Mapolres Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujar Ipda Agung Intama, Sabtu (27/6/2026).
Penangkapan tersebut menjadi sorotan karena sebelumnya Teh Nasar diketahui telah berstatus DPO dalam perkara narkotika yang menjerat terdakwa Junaidi bin Fahli. Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Teh Nasar disebut diduga sebagai pemasok sabu kepada terdakwa. Namun, meski telah berstatus buronan, ia diduga masih bebas beraktivitas hingga keberadaannya menjadi perhatian publik.
Sebelum penangkapan, sejumlah bukti terkait keberadaan Teh Nasar disampaikan kepada Kapolres Bangkalan. Menanggapi informasi tersebut, AKBP Wibowo memberikan respons singkat.
"Bukti-bukti itu kapan diambil? Terima kasih atas informasinya," kata AKBP Wibowo.
Berdasarkan pantauan media, tidak lama setelah informasi tersebut diterima, personel Satresnarkoba mau bergerak menuju kediaman Teh Nasar dan melakukan penangkapan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kasatresnarkoba Polres Bangkalan, Iptu Kiswoyo Supriyanto, belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi penangkapan maupun hasil pemeriksaan awal terhadap Teh Nasar.
Penangkapan ini kembali menyoroti penanganan perkara narkotika yang melibatkan Komarudin dan Junaidi. Dalam persidangan, kedua perkara diproses secara terpisah, sementara Teh Nasar yang telah ditetapkan sebagai DPO sebelumnya belum berhasil diamankan.
Kini, perhatian publik tertuju pada hasil pemeriksaan Teh Nasar dan langkah penyidik dalam mengembangkan perkara. Masyarakat berharap penangkapan ini menjadi pintu masuk untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika secara menyeluruh, sekaligus menjawab pertanyaan mengenai proses pengejaran DPO yang baru berakhir setelah kasus tersebut menjadi sorotan luas. (Tim)
