“P3-TGAI HIPPA Barokah Jaya Desa Pasean Tuai Sorotan Publik”
Presnews.my.id|SAMPANG – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dikerjakan HIPPA Barokah Jaya di Desa Pasean, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, menuai sorotan. Hasil penelusuran media di lapangan menemukan sejumlah indikasi dugaan ketidaksesuaian antara pelaksanaan pekerjaan dengan dokumen teknis (shop drawing), mulai dari dugaan tidak dikerjakannya galian pondasi, penggunaan material yang dipertanyakan, hingga tidak adanya papan informasi proyek.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pelaksanaan proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Apabila dugaan tersebut terbukti, kondisi itu berpotensi memengaruhi mutu, kekuatan, serta umur konstruksi saluran irigasi.
Berdasarkan dokumen gambar teknis yang diperoleh media, pekerjaan pasangan batu seharusnya diawali dengan galian pondasi sebagai dasar konstruksi. Tahapan ini memiliki fungsi penting untuk menjaga stabilitas bangunan sekaligus memastikan pasangan batu memiliki daya dukung yang memadai sesuai perencanaan teknis.
Namun, hasil pantauan di lokasi menunjukkan pasangan batu diduga dipasang di atas permukaan tanah yang telah diratakan tanpa terlihat adanya bekas pekerjaan galian pondasi sebagaimana tergambar dalam shop drawing. Dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak pelaksana maupun pendamping teknis program.
Selain itu, media juga tidak menemukan papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Padahal, papan informasi merupakan salah satu instrumen transparansi yang memuat identitas kegiatan, sumber anggaran, pelaksana, volume pekerjaan, hingga nilai proyek sehingga masyarakat dapat melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara.
Sorotan lainnya mengarah pada material batu yang digunakan. Berdasarkan pengamatan visual di lapangan, batu yang dipasang diduga berupa batu sirtu atau batu kapur, bukan batu gunung yang lazim digunakan untuk konstruksi pasangan batu saluran irigasi. Dugaan tersebut masih menunggu verifikasi melalui pemeriksaan teknis oleh pihak yang berwenang.
Jika nantinya hasil pemeriksaan membuktikan adanya ketidaksesuaian spesifikasi material maupun metode pelaksanaan, maka kualitas konstruksi saluran irigasi berpotensi tidak memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, pemeriksaan lapangan secara menyeluruh dinilai penting guna memastikan pekerjaan benar-benar dilaksanakan sesuai ketentuan program.
Media telah berupaya meminta konfirmasi kepada Penjabat (Pj) Kepala Desa Pasean, Ridho'i, terkait dugaan tidak dilaksanakannya galian pondasi, dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi, serta tidak adanya papan informasi proyek. Namun hingga berita ini diterbitkan, panggilan melalui WhatsApp belum direspons dan pesan konfirmasi juga belum mendapat balasan.
Media juga masih menunggu penjelasan dari Tim Pendamping (TA) P3-TGAI Jawa Timur untuk memastikan apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan pedoman program. Apabila klarifikasi dari pihak terkait telah diterima, media akan memuatnya pada pemberitaan berikutnya sebagai bentuk penerapan prinsip keberimbangan, akurasi, dan profesionalisme jurnalistik.
