Bangunan Berdiri Tanpa Galian Pondasi? Proyek P3-TGAI P3A Sey Jaya Tuai Sorotan

Bangunan Berdiri Tanpa Galian Pondasi? Proyek P3-TGAI P3A Sey Jaya Tuai Sorotan

Rabu, 29 Juli 2026, Juli 29, 2026

 Bangunan Berdiri Tanpa Galian Pondasi? Proyek P3-TGAI P3A Sey Jaya Tuai Sorotan



Presnews.my.id|SAMPANG – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dikerjakan oleh P3A Sey Jaya menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah dugaan penyimpangan teknis di lapangan. Berdasarkan hasil pantauan media, pekerjaan tersebut diduga tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis (spek) yang telah ditetapkan, sehingga berpotensi menurunkan kualitas dan umur konstruksi. Rabu 29-7-2026.


Temuan di lokasi menunjukkan sedikitnya tiga dugaan ketidaksesuaian. Pertama, pekerjaan diduga tidak mengacu pada spesifikasi teknis. Kedua, pasangan batu terlihat dikerjakan tanpa adanya galian pondasi sebagai dasar konstruksi. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi daya dukung bangunan dan berpotensi memengaruhi kekuatan saluran dalam jangka panjang.


Selain itu, material yang digunakan juga menjadi perhatian. Batu yang terpasang diduga merupakan batu sirtu (Kualitas rendah) , sementara berdasarkan ketentuan teknis pekerjaan seharusnya menggunakan batu gunung (Kualitas bagus) yang memiliki tingkat kekuatan dan ketahanan lebih baik untuk konstruksi pasangan saluran irigasi.


"Kalau benar pondasi tidak digali dan material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi, maka kualitas pekerjaan patut dipertanyakan. Program yang dibiayai uang negara seharusnya mengutamakan mutu, bukan sekadar mengejar penyelesaian fisik," ujar salah satu tim investigasi yang meminta namanya dirahasiakan.


Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai fungsi pengawasan, baik dari pelaksana kegiatan maupun pihak yang memiliki kewenangan melakukan monitoring dan evaluasi. Sebab, setiap pekerjaan yang dibiayai APBN semestinya dilaksanakan sesuai gambar kerja, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.


Demi menjaga prinsip keberimbangan pemberitaan, media telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Desa Taddan terkait temuan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun jawaban atas upaya konfirmasi yang disampaikan melalui pesan WhatsApp.


Media juga membuka ruang hak jawab kepada seluruh pihak terkait, termasuk Pemerintah Desa Taddan, pengurus P3A Sey Jaya, maupun instansi teknis yang berwenang, apabila terdapat penjelasan atau klarifikasi atas temuan yang diberitakan ini.


Apabila dugaan tersebut terbukti, pihak terkait diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh serta mengambil langkah perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku, guna memastikan kualitas pembangunan irigasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak merugikan keuangan negara.

Editor : Wir

TerPopuler