Tak Sekadar Pelatihan, Disnaker Sampang Bangun Masa Depan Penyandang Disabilitas

Tak Sekadar Pelatihan, Disnaker Sampang Bangun Masa Depan Penyandang Disabilitas

Rabu, 10 Juni 2026, Juni 10, 2026

 Tak Sekadar Pelatihan, Disnaker Sampang Bangun Masa Depan Penyandang Disabilitas



Presnews.my.id|SAMPANG – Di tengah masih terbatasnya akses kerja bagi penyandang disabilitas, Pemerintah Kabupaten Sampang memilih mengambil langkah yang lebih bermakna: membuka peluang, bukan sekadar memberi bantuan. Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), pemerintah menghadirkan pelatihan keterampilan sebagai bekal agar penyandang disabilitas mampu berdiri di atas kaki sendiri, percaya diri, dan memiliki masa depan yang lebih cerah.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pelatihan berbasis kompetensi yang digelar pada Rabu (10/6/2026). Beragam keterampilan diberikan kepada para peserta, mulai dari menjahit, pembuatan roti dan kue, pengelasan, perbengkelan, hingga barista. Seluruh materi dirancang agar dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.


Program ini bukan sekadar mengajarkan keterampilan teknis. Lebih dari itu, pelatihan menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk menemukan kembali rasa percaya diri, mengembangkan potensi, serta membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menjadi penghalang untuk berkarya dan berprestasi.


Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sampang, Asroni, Sos., M.Si., menegaskan bahwa penyandang disabilitas akan menjadi bagian dari setiap program pelatihan yang diselenggarakan Disnaker.


"Kami menginginkan setiap kegiatan pelatihan di Dinas Tenaga Kerja juga melibatkan komunitas disabilitas. Kami memiliki berbagai jenis pelatihan, seperti menjahit, membuat kue, pengelasan, perbengkelan hingga barista. Nantinya teman-teman penyandang disabilitas di Kabupaten Sampang bisa memilih pelatihan sesuai minatnya. Kami akan menyiapkan kuota khusus sekitar lima hingga sepuluh peserta disabilitas pada setiap angkatan pelatihan," ujar Asroni.


Menurutnya, pelatihan yang dilakukan secara berkesinambungan akan melahirkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memiliki keterampilan dan mampu bersaing di dunia kerja. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Disnaker menargetkan semakin banyak penyandang disabilitas yang lahir sebagai tenaga kerja terampil maupun pelaku usaha mandiri.


"Harapan kami ada dua. Pertama, meningkatkan rasa percaya diri teman-teman disabilitas. Kedua, membekali mereka dengan keterampilan sehingga mampu menjadi wirausaha atau memiliki kemandirian ekonomi. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mampu menjadi pribadi yang mandiri dan produktif," katanya.


Untuk memperkuat program tersebut, Disnaker juga membangun sinergi dengan Komunitas Disabilitas Kabupaten Sampang. Kolaborasi itu diharapkan menjadi fondasi dalam memperluas akses pelatihan dan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas di masa mendatang.


"Alhamdulillah kami disambut dengan antusias. Apakah nanti kerja sama ini dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman atau mekanisme lainnya, yang terpenting bagi kami adalah bagaimana komunitas disabilitas di Kabupaten Sampang semakin berdaya saing, memiliki keterampilan, dan memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang," pungkasnya.


Sebagai bentuk apresiasi, Disnaker Kabupaten Sampang menyerahkan sertifikat kompetensi kepada seluruh peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan. Sertifikat tersebut menjadi bukti atas keterampilan yang telah dikuasai sekaligus dapat menjadi modal saat memasuki dunia kerja maupun merintis usaha sendiri.


Bagi sebagian orang, pelatihan ini mungkin hanya berlangsung beberapa hari. Namun bagi para peserta, pelatihan tersebut dapat menjadi titik awal perubahan hidup. Dari ruang pelatihan sederhana, lahir harapan-harapan baru; dari selembar sertifikat, tumbuh keberanian untuk melangkah; dan dari kesempatan yang diberikan, muncul keyakinan bahwa setiap warga negara berhak memiliki masa depan yang setara.


Karena pada akhirnya, masyarakat yang inklusif bukanlah masyarakat yang sekadar menerima perbedaan, melainkan masyarakat yang membuka kesempatan seluas-luasnya agar setiap orang, tanpa terkecuali, dapat tumbuh, berkarya, dan hidup dengan martabat.

Penulis: Wir

Editor  : Redaksi

TerPopuler