JAKARTA — Kelompok aktivis 98 yang tergabung dalam POROS 98 menyerukan pembubaran Badan Gizi Nasional (BGN) serta mendorong pembentukan pemerintahan transisi dalam Konsolidasi Nasional Aktivis 98 yang digelar di Jakarta, Minggu (24/5/2026)
Kegiatan yang berlangsung dalam rangka memperingati 28 tahun Reformasi itu dikemas melalui diskusi publik dan nonton bareng film dokumenter gerakan mahasiswa 1998. Forum tersebut disebut sebagai upaya menyatukan langkah dan sikap aktivis terhadap kondisi nasional yang dinilai semakin memprihatinkan.
Ketua Umum POROS 98, Bilung Silaen, menilai pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.
Menurut Bilung, pemerintahan saat ini dinilai tidak memiliki konsep yang jelas dalam membawa bangsa menuju cita-cita kemerdekaan yang sesungguhnya.
Berita Terbaru Warga Limau Apresiasi Gubernur Lampung atas Perbaikan Jalan Simpang Kuripan – Kota Agung
Dalam pernyataannya, Bilung juga mendesak agar Badan Gizi Nasional segera dibubarkan. Ia menuding lembaga tersebut tidak memberikan manfaat nyata bagi rakyat dan justru berpotensi menjadi tempat penyalahgunaan anggaran negara.
“Tidak ada lagi kompromi untuk memperbaiki bangsa ini keluar dari sistem yang rusak,” kata Bilung dalam forum tersebut, 21 Mei 2026.
POROS 98 menilai pembentukan pemerintahan transisi merupakan langkah terakhir untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Bilung menyebut pemerintahan transisi diperlukan sebagai langkah konkret untuk melawan sistem pemerintahan yang dinilai mengalami kerusakan dan masih memiliki pola yang sama dengan rezim sebelumnya.

