Presnews|my.id|SAMPANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke MTsN 1 Sampang, menuai kecaman keras dari wali murid. Menu makanan yang diterima siswa dinilai tidak layak, minim porsi, serta jauh dari standar gizi yang seharusnya menjadi tujuan utama program nasional tersebut. Jum'at 30-1-2026.
Berdasarkan dokumentasi foto dan keterangan wali murid yang diterima redaksi, menu MBG terlihat terdiri dari rebusan makaroni yang menggumpal dengan suwiran ayam dalam jumlah sangat kecil, tahu goreng berbalut tepung yang dipotong kecil-kecil, serta sayuran berupa kacang panjang dan wortel dalam porsi terbatas. Secara keseluruhan, tampilan makanan dinilai tidak proporsional untuk kebutuhan gizi anak usia sekolah.
Salah satu wali murid Wirno menyampaikan kekecewaannya setelah melihat langsung makanan yang dibawa pulang anaknya. Ia menyebut menu tersebut terkesan asal-asalan dan tidak mencerminkan konsep “bergizi” sebagaimana dikampanyekan pemerintah.
“Kalau melihat langsung, ini bukan makan bergizi. Jujur saja, tampilannya seperti pakan ayam. Ayamnya disuwir kecil-kecil seperti semut, makaroninya direbus begitu saja, sayurnya cuma hitungan potong, tahu kecil seperti uang koin. Ini tidak pantas untuk anak sekolah,” tegas Wirno jumat (30-1).
Menurutnya, kondisi tersebut menguatkan dugaan adanya SPPG yang tidak bertanggung jawab dan hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kualitas makanan dan masa depan siswa.
“Program MBG ini dananya besar dan niatnya baik. Tapi kalau pelaksananya seperti ini, Badan Gizi Nasional harus tegas. SPPG yang nakal sebaiknya dihentikan dan izinnya dicabut, jangan dibiarkan merusak program,” lanjutnya.
Wirno menilai, pembiaran terhadap kualitas makanan yang buruk bukan hanya mencederai kepercayaan publik, tetapi juga berpotensi mengorbankan kesehatan dan tumbuh kembang anak. Ia meminta BGN tidak sekadar melakukan pembinaan, tetapi mengambil langkah konkret berupa evaluasi menyeluruh dan sanksi tegas.
Hingga berita ini diturunkan, Tim Media masih berupaya konfirmasi ke pihak penyedia maupun pihak sekolah. Publik kini menanti sikap Badan Gizi Nasional untuk memastikan program MBG tidak disusupi praktik curang dan benar-benar dijalankan sesuai standar gizi yang telah ditetapkan.(Red)

