TOLIKARA, PERSNEWS — Persoalan kecelakaan tunggal yang terjadi saat kegiatan kampanye akbar pasangan calon Irinus Wanimno dan Arson Kogoya di Distrik Poganeri, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, diselesaikan melalui kesepakatan antara pihak keluarga korban dan tokoh masyarakat.
Kesepakatan tersebut disampaikan di Karubaga, Rabu (26/8/2026). Dalam informasi yang diterima, kecelakaan itu mengakibatkan enam orang meninggal dunia serta 43 orang mengalami luka berat dan ringan.
Penyelesaian dilakukan melalui mekanisme adat dan kesepakatan bersama pihak keluarga korban.
Untuk korban meninggal dunia, disebutkan adanya pemberian 30 ekor babi dan uang Rp300 juta untuk masing-masing korban. Sementara korban luka berat dan ringan disebut memperoleh 40 ekor babi serta uang Rp300 juta sesuai kesepakatan yang disampaikan.
Salah satu kepala suku, Miler Payokwa, disebut turut menyampaikan bahwa pihak keluarga korban menerima penyelesaian tersebut.
Kesepakatan Disampaikan Terbuka
Dalam pernyataan yang disampaikan di hadapan masyarakat, pihak terkait menegaskan bahwa persoalan tersebut diselesaikan berdasarkan kesepakatan dan mekanisme yang berlaku di masyarakat setempat.
Pernyataan itu juga memuat penegasan bahwa penyelesaian atas persoalan tersebut dilakukan melalui pemberian 30 ekor babi dan Rp300 juta untuk korban meninggal dunia.
Namun, terdapat perbedaan angka dalam dokumen atau informasi yang diterima terkait jumlah keseluruhan babi dan uang. Disebutkan totalnya 200 ekor babi dan Rp2,1 miliar, sementara jika dihitung berdasarkan jumlah korban dan nominal per korban yang juga tercantum, angkanya berbeda.
Karena itu, angka keseluruhan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak keluarga korban, tokoh adat, dan pihak yang bertanggung jawab atas penyelesaian.
Utamakan Kepastian dan Hak Korban
Penyelesaian secara adat merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Namun, seluruh proses tetap perlu disampaikan secara transparan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai jumlah korban, bentuk kompensasi, maupun pihak yang bertanggung jawab.
Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan lengkap dari seluruh pihak terkait mengenai kronologi kecelakaan, penyebab kejadian, maupun rincian final kesepakatan.
Yang pasti, kecelakaan tersebut meninggalkan duka dengan enam korban meninggal dunia dan puluhan korban luka.
Penyelesaian yang telah disepakati diharapkan tidak hanya mengakhiri persoalan di tingkat masyarakat, tetapi juga memberikan kepastian bagi keluarga korban serta menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Redaksi

