Jacob Ereste :
Basis filsafat berads pada kedalaman pemikiran yang mengacu pada data, fakta hingga kesimpulanyyang rasional harus dapat diterima oleh akal dan logika. Sementara spiritual berbasis pada rasa (hati) dan bisikan jiwa (batin) yang dominan membimbing akal agar tak tersesat dalam nalar untuk menentukan sikap serta tindakan agar tidak liar untuk menemukan kebenaran obyektif yang dapat dievaluasi dan dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
Karena itu pemikiran filsafat dapat dipahami sebagai jalan yang berbeda pilihan maupun arah dengan spiritual, namun tidak bisa saling mengabaikan antara yabg satu dengan yang lain. Sebab tujuan dari filsafat adalah mencari kebenaran yang sejati. Sedangkan spirituaitas mencari ketenangan batin dan jiwa dalam kesunyian maupun kegaduhan dunia yang tak pernah selesai.
Yang pasti kemampuan dan kecerdasan filsafat seseorang akan sangat membantu pengembaraan spiritual melampaui etape-etape menuju puncak yang penuh keindahan dakam suasana batin yang dengan aneka warna menenteramkan hati, seakan sedang berada diberanda surga yang tak mungkin bisa dinikmati selama hidup di bumi.
Itulah sebabnya pengembaraan spiritual selalu mengasyikkan hingga tak perlu merasa teganggu oleh kebisingan duniawi yang selalu menjebak manusia terperangkap dalam perseteruan yang tak pernah sampai pada penyelesaian yang menyejukkan.
Begitulah pengembaraan filsafat dan spiritual, meski tidak searah menuju puncak pengembaraannya, tetap mesra dan saling mendukung untuk tidak tergelincir dalam jurang yang nista dan dusta. Sebab kesetiaannya -- filsafat berada pada kebenaran sejati yang ada di otak, sementara spiritual yang bertumbuh dari ketulusan dan jejujuran yang bertahta di hati dan batin -- menjunjung tinggi sumpah kesetiaan pada asal usul habitat asalnya.
Dan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling istimewa dan spesial, memiliki kebebesan memilih tamasya filsafat atau wisata spiritual, bahkan boleh melakukannya secara bergilir pada suatu kesempatan yang menyenangkan. Asalkan tidak tamak san rakus melalukannya secara bersamaan.
Danau Sunter, 10 Mei 2026
