‎Proyek Revitalisasi Situ Cikedal Telan Anggaran Rp9,4 Miliar Lebih, Nuryahman: Wajib Diawasi Bersama Seluruh Pihak

‎Proyek Revitalisasi Situ Cikedal Telan Anggaran Rp9,4 Miliar Lebih, Nuryahman: Wajib Diawasi Bersama Seluruh Pihak

Sabtu, 25 Juli 2026, Juli 25, 2026


‎PANDEGLANG – Proyek revitalisasi Situ Cikedal di Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, yang menelan anggaran senilai hampir Rp9,4 miliar kini menjadi sorotan masyarakat. Nuryahman, Ketua DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Pandeglang, menegaskan perlunya pengawasan menyeluruh dari seluruh elemen masyarakat agar penggunaan anggaran tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.

‎"Anggaran sebesar Rp9,4 miliar lebih bukanlah jumlah yang sedikit. Oleh karena itu, proyek ini harus diawasi bersama oleh semua pihak, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, hingga warga setempat," ujar Nuryahman, Jumat (25/7/2026).

‎Berdasarkan rincian yang tertera pada papan Surat Perintah Kerja (SPK) yang terpasang di lokasi pekerjaan:

· ‎Pemberi Tugas: Pemerintah Provinsi Banten, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

· ‎Nomor SPK: 600.1.4.2/SP.113-24-DPUPR/2026

· ‎Tanggal SPK: 1 Juli 2026

· ‎Kegiatan Utama: Pengelolaan Situ dan Bangunan Pengaman Pantai pada Wilayah Sungai Lintas Daerah

· ‎Sub Kegiatan: Revitalisasi Situ dan Tampungan Air Lainnya – Revitalisasi Situ Cikedal, Kecamatan Cikedal

· ‎Nilai Anggaran: Rp9.490.798.700,- (Sembilan miliar empat ratus sembilan puluh juta tujuh ratus sembilan puluh delapan ribu tujuh ratus rupiah)

· ‎Sumber Dana: APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026

· ‎Waktu Pelaksanaan: 180 hari kalender

· ‎Penyedia Jasa: CV. Almaira Karya Utama

‎Menurut Nuryahman, saat ini harapan besar warga Pandeglang tertuju pada pemenuhan infrastruktur dasar yang menunjang aktivitas sehari-hari. Meski demikian, pengembangan potensi kawasan seperti Situ Cikedal tetap didukung sepanjang seluruh tahapan—mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil akhir—berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

‎"Kami berharap anggaran yang disiapkan tidak bocor dan pengerjaannya benar-benar sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan. Jangan sampai hanya tampak megah di permukaan, namun tidak memberi dampak positif bagi warga yang tinggal di sekitar," tegasnya.

‎Nuryahman juga mengajak seluruh insan pers dan anggota PPWI untuk turut mengawal setiap tahapan pelaksanaan proyek tersebut. Peran media dinilai sangat penting sebagai kontrol sosial agar pembangunan berjalan sesuai aturan dan kepentingan masyarakat luas selalu menjadi prioritas utama.

‎Hingga saat ini, rincian rencana kerja terperinci, jadwal pelaksanaan tahap demi tahap, serta manfaat konkret yang akan diterima masyarakat dari revitalisasi Situ Cikedal masih perlu dipublikasikan secara terbuka, sehingga warga dapat ikut memantau perkembangannya secara langsung.

(Samsul Daeng Pasomba.PPWI/Tim)

TerPopuler