Sengketa Lahan Kariangau Meledak! Ahli Waris Ratih Klaim Diserang Oknum Ormas di Tengah Status Quo

Sengketa Lahan Kariangau Meledak! Ahli Waris Ratih Klaim Diserang Oknum Ormas di Tengah Status Quo

Minggu, 01 Maret 2026, Maret 01, 2026

 




*BALIKPAPAN* –  Pers News. My. Id. 

 Sengketa  lahan  berstatus  quo  di RT 08, Kelurahan  Kariangau,  Kecamatan  Balikpapan Barat, Kota  Balikpapan,  Sabtu (28/2/2026), berubah  panas  dan  nyaris  ricuh. 





Ahli  waris  bernama  Ratih  mengklaim  dirinya diserang  danb diancam  oleh  oknum organisasi  kemasyarakatan  (ormas)  saat berada  di lokasi  sengketa  sekitarn  pukul 14.32 WITA.


Peristiwa  itu  disebut  terjadi  di KM 13,  tepat di depan  Lapangan  Golf  Royal  Mahligai. Insiden  tersebut  bahkan  diklaim  terekam dalam  video  yang  kini  beredar.





Ratih  menegaskan,  kedatangannya  bukan untuk  memicu  konflik,  melainkan memperbaiki  akses  jalan  yang  sebelumnya ditutup  dan  dilubangi.  Ia menyebut  jalan  itu vital  bagi  aktivitas  petani  setempat.


“Kami  datang  untuk  meratakan  kembali  jalan  yang  dirusak  dan  dilubangi  seperti kuburan. Itu  aksesb petani. BTapi bmalah terjadi  penyerangan  dan bancaman,”  tegasnya.


*Sengketab Masih  Berproses*


Kuasa  hukum  Ratih  menyatakan  lahan tersebut  masih  berstatus  sengketa  dan  tengah  diproses  secara  hukum bdi Pengadilan Negeri  Balikpapan  dengan  Nomor  Perkara 45.


“Statusnya  jelas  masih  berproses  di pengadilan.  Tidak bboleh  ada  tindakan sepihak  apalagi  intimidasi,”  ujarnya.


Pernyataan  ini  memicu  tanda  tanya  publik: jika  perkarab masih  dalam  proses  hukum, mengapa  terjadi baksi  penutupan  jalan hingga  dugaan  penyerangan?


*Belum  Ada  Klarifikasi  Resmi*


Hingga  berita  ini  diterbitkan,  belum  ada klarifikasi  dari  pihak  ormas  yang  disebut dalam  tudingan  tersebut. 


Aparat  kepolisian  juga  belum  memberikan keterangan  resmi  terkaitb dugaan  insiden yang t erjadi  di lokasi.


Warga  sekitar  mengaku  khawatir  situasi semakin  memanas.  Merekan berharap  aparat bertindak  cepat  untuk  mencegah  konflik meluas.


Sengketa  yangb seharusnya  diselesaikan  di ruang  sidang  kini  justru  memantik ketegangan  di lapangan.  Jika  tidak  segera ditangani  tegas  dan  profesional,  bukan  tidak mungkin  konflik  ini berujung  pada  gesekan sosial  yang  lebih  besar.


Red//

TerPopuler