“Dana Menggunung, Fasilitas Terpuruk: SMPN 1 Camplong Jadi Sorotan Tajam”
Presnews.my.id|SAMPANG - SAMPANG — Dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kembali mencuat di Kabupaten Sampang. Kali ini, sorotan mengarah ke SMPN 1 Camplong, yang diduga tidak transparan dalam pengelolaan anggaran fantastis mencapai Rp1.778.400.000. Sabtu 2-5-2026.
Aroma kejanggalan mulai tercium dari rincian penggunaan anggaran. Pada tahun 2024, alokasi untuk pemeliharaan sarana dan prasarana tercatat sebesar Rp112.666.000. lalu melonjak drastis pada 2025 menjadi Rp166.066.000, Sementara itu, anggaran administrasi kegiatan sekolah (AKS) mencapai Rp69.567.500 per tahun pada 2024, dengan komponen AKS kembali berada di kisaran Rp70.646.500. Di tahun 2025.
Lonjakan signifikan ini memunculkan pertanyaan serius: ke mana sebenarnya aliran dana tersebut bermuara?
Kecurigaan publik semakin menguat setelah kondisi fisik sekolah justru menunjukkan fakta yang kontras. Alih-alih terawat, sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Atap ruang kelas terlihat bolong, rapuh, dan jauh dari kata layak untuk menunjang proses belajar mengajar.
Pemerhati pendidikan, Sangkurata, angkat suara dengan nada tegas. Ia menilai besarnya anggaran tidak sejalan dengan kondisi riil di lapangan.
“Anggarannya besar, tapi untuk memperbaiki atap yang biayanya relatif kecil saja tidak tersentuh. Ini jelas patut dipertanyakan,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepala sekolah sebagai penanggung jawab utama semestinya memastikan dana BOS digunakan tepat sasaran, bukan sekadar habis di atas kertas tanpa dampak nyata bagi peserta didik.
Fakta di lapangan justru mengindikasikan adanya dugaan ketidaksesuaian antara laporan penggunaan anggaran dengan realisasi fisik pembangunan dan pemeliharaan fasilitas sekolah.
Upaya konfirmasi telah dilakukan. Kepala SMPN 1 Camplong, Indrawati, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, belum memberikan penjelasan substantif.
“Mohon maaf, saya sedang ada acara. Ketemu Senin ya, Pak,” singkatnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Bidang SMP juga belum membuahkan hasil, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat.
Hingga berita ini diturunkan, tim masih terus menelusuri dan menggali data untuk mengungkap secara terang benderang dugaan penyimpangan ini. (Wir)
