“Sekolah Tanpa Ruang, Harapan Menggantung: Nasib Generasi Penerus di Ambang Kepunahan”
Presnews.my.id|Sampang - Potret memprihatinkan dunia pendidikan kembali tersingkap di Kabupaten Sampang. Puluhan siswa SD Negeri Gulbung IV, Kecamatan Pangarengan, terpaksa menjalani proses belajar mengajar di luar ruangan selama bertahun-tahun tanpa kepastian perbaikan dari pihak berwenang, Rabu (29/4/2026).
Di tengah keterbatasan yang seharusnya tak layak bagi lingkungan pendidikan dasar, anak-anak didik tetap bertahan menimba ilmu dengan fasilitas seadanya. Tanpa ruang kelas yang memadai, aktivitas belajar dilakukan di area terbuka yang jauh dari standar kenyamanan dan keamanan.
Kondisi ini memantik pertanyaan serius tentang peran dan tanggung jawab Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang dalam menjamin hak dasar pendidikan bagi setiap siswa. Alih-alih mendapat perhatian cepat, situasi tersebut justru terkesan dibiarkan berlarut-larut tanpa langkah konkret.
Masa depan siswa-siswi SDN Gulbung IV kini berada di ujung tanduk. Ketidakpastian ini bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga menyangkut kualitas pendidikan yang mereka terima setiap hari.
Upaya konfirmasi tim media Presnews.my.id kepada Kadisdik Nor Alam melalui sambungan telfon whatsapp, dia menyampaikan “Mohon maaf Mas langsung ke Kabid SD pak Yusuf, karena beliau yang menangani terkait SD, ” pungkasnya.
Tak berhenti disitu tim terus mencoba konfirmasi Kepala Bidang SD, Yusuf, melalui pesan singkat dan sambungan telepon WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Sementara itu, pengamat dunia pendidikan, Wirno Sangkurata, menyoroti keras kondisi tersebut. Ia menilai pemerintah daerah tidak boleh lagi bersikap pasif terhadap persoalan yang menyangkut masa depan generasi muda.
“Jika tidak ada solusi terbaik bagi adik-adik SDN Gulbung IV, maka kita sedang menyaksikan pembiaran terhadap masa depan mereka. Pemerintah daerah harus segera bertindak, jangan biarkan generasi penerus punah begitu saja,” tegasnya.
Situasi ini menambah daftar panjang persoalan pendidikan di daerah, sekaligus menjadi ujian nyata bagi komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pendidikan yang layak dan merata bagi seluruh anak bangsa. (Red)
