Presnews.my.id|Sampang – Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Marparan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, berlangsung penuh semangat dan antusiasme, meski diguyur hujan deras hingga menyebabkan air menggenang di lokasi kegiatan, Kamis 01-01-2026.
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir selatan Kabupaten Sampang tersebut tidak menyurutkan tekad warga untuk tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembentukan Destana. Sejak pagi hari, masyarakat Desa Marparan tampak hadir dan aktif mengikuti sosialisasi kebencanaan, pemetaan risiko bencana, hingga penguatan kapasitas relawan desa dalam menghadapi potensi bencana.
Genangan air yang terjadi di sekitar lokasi kegiatan justru menjadi gambaran nyata kerentanan wilayah terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Kondisi ini dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran langsung bagi masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan, mitigasi, dan respon cepat saat bencana terjadi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, ST, MT, mengapresiasi tinggi semangat dan partisipasi aktif warga Desa Marparan yang tetap solid meski cuaca tidak bersahabat.
“Hujan deras dan genangan air ini menjadi bukti nyata bahwa Desa Marparan memang membutuhkan Destana. Kami sangat mengapresiasi antusiasme warga yang tetap hadir dan terlibat aktif. Ini menunjukkan kesadaran bersama bahwa urusan kebencanaan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan semata tugas pemerintah,” tegas Fajar (31/12).
Ia menegaskan, pembentukan Destana merupakan langkah strategis untuk membangun kemandirian desa dalam mengenali ancaman, mengurangi risiko bencana, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan penanganan awal secara cepat dan terorganisir.
Semangat yang sama juga disampaikan oleh kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Aang Djunaidi, ST., MT., yang terlibat langsung dalam proses pembentukan Destana. Ia mengaku kagum dan terinspirasi melihat kegigihan warga yang tetap bertahan di tengah hujan deras.
“Saya melihat semangat luar biasa dari warga Marparan. Hujan, genangan air, bahkan kondisi tidak nyaman sama sekali tidak menghalangi mereka untuk belajar dan bersiap menghadapi bencana. Antusiasme ini adalah modal utama dalam membangun desa yang benar-benar tangguh bencana,” ujar Aang penuh semangat.
Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan Destana. Tanpa kesadaran dan kemauan warga, upaya mitigasi bencana tidak akan berjalan optimal.
Dengan terbentuknya Destana Desa Marparan, BPBD Kabupaten Sampang berharap masyarakat semakin sigap, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya banjir dan dampak cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah Kecamatan Sreseh.
Pembentukan Destana ini menjadi cerminan kuat semangat gotong royong dan kepedulian warga Desa Marparan dalam membangun ketangguhan desa—bahkan ketika hujan deras dan genangan air mengiringi setiap langkah perjuangan mereka.
(Wir)

