“Cita-Cita Besar Prabowo Subianto Terancam Rusak, SPPG Diduga Ceroboh Salurkan MBG Tak Layak di MTsN 1 Sampang”

“Cita-Cita Besar Prabowo Subianto Terancam Rusak, SPPG Diduga Ceroboh Salurkan MBG Tak Layak di MTsN 1 Sampang”

Selasa, 17 Februari 2026, Februari 17, 2026


Presnews.my.id|Sampang – Program Makan Bergizi (MBG) yang disalurkan kepada siswa MTsN 1 Sampang menuai kritik tajam. Temuan di lapangan menunjukkan adanya menu yang diduga tidak layak konsumsi, sehingga memicu kekhawatiran terkait standar pengawasan dan kualitas distribusi makanan. Selasa 17-2-2026. 


Program strategis yang menjadi bagian dari visi Presiden RI, Prabowo Subianto, tersebut sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi dan protein bagi generasi muda. Namun di lapangan, pelaksanaannya dinilai belum sepenuhnya mencerminkan standar keamanan pangan yang semestinya dijaga ketat.


Berdasarkan hasil pantauan pada Sabtu (14/2/2026), menu rujak buah yang disalurkan untuk konsumsi hari Senin ditemukan dalam kondisi kurang layak. Irisan timun krai tampak menguning dan terdapat bagian yang mulai membusuk. Selain itu, buah yang telah dikupas dan dikemas dinilai berpotensi terkontaminasi bakteri apabila tidak melalui proses penyimpanan dan distribusi sesuai standar higienitas.


Tim Investigasi Media ini yang melakukan pengecekan langsung menyampaikan keprihatinannya.


“Kami menemukan irisan timun krai yang tidak lagi segar, bahkan ada indikasi pembusukan. Buah yang sudah dikupas tanpa pengemasan higienis juga sangat rentan terpapar bakteri. Ini menyangkut kesehatan siswa, jadi tidak bisa dianggap sepele,” ujarnya.


Menurutnya, lemahnya pengawasan dari pihak pelaksana maupun instansi teknis seperti Badan Gizi Nasional patut menjadi perhatian serius. Jika kondisi ini terus berulang, tujuan besar program untuk mencetak generasi sehat dan berdaya saing dikhawatirkan sulit tercapai.


“Jangan sampai cita-cita mulia Presiden dirusak oleh oknum penyedia atau SPPG yang tidak bertanggung jawab. Program ini harus dijaga kualitasnya, bukan sekadar menggugurkan kewajiban distribusi,” tegasnya.


Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh, peningkatan standar kontrol kualitas, serta tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti lalai. Sebab, program yang menyasar kesehatan dan masa depan anak-anak tidak boleh dikompromikan oleh kelalaian teknis maupun pengawasan yang lemah.

TerPopuler