“Program Gizi Dipermalukan, Telur Berbau Dibagikan ke Siswa — Di Mana Pengawasan BGN?”

“Program Gizi Dipermalukan, Telur Berbau Dibagikan ke Siswa — Di Mana Pengawasan BGN?”

Senin, 16 Februari 2026, Februari 16, 2026



Presnews.my.id|SAMPANG – Program Menu Makan Bergizi (MBG) yang digadang-gadang sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi siswa, justru tercoreng di SD Banyukapah, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Penyaluran pada Sabtu (14/2/2026) diduga menghadirkan menu tak layak konsumsi berupa telur rebus berbau menyengat dan pisang yang menghitam serta lembek.


Temuan di lapangan menunjukkan telur yang dibagikan kepada siswa mengeluarkan aroma tidak sedap, sementara pisang tampak dengan bercak hitam pekat dan tekstur terlalu lembek. Kondisi tersebut langsung memantik keresahan orang tua dan masyarakat, yang mempertanyakan bagaimana makanan dengan indikasi rusak bisa sampai ke tangan anak-anak sekolah dasar.


Distribusi menu dilakukan oleh SPPG Banyukapah. Sorotan tajam pun mengarah pada lemahnya pengawasan dan kontrol kualitas dalam proses pendistribusian.


Aktivis muda asal Sampang yang akrab disapa Bang W menyebut temuan ini sebagai alarm keras bagi pelaksana teknis program.


“Menu MBG yang dibagikan hari Sabtu itu kami temukan ada telur yang sudah bau dan pisang yang busuk. Ini jelas tidak layak dikonsumsi anak-anak. SPPG Banyukapah harus bertanggung jawab penuh,” tegasnya.


Menurutnya, sangat sulit diterima akal sehat jika makanan yang tidak layak konsumsi bisa lolos tanpa adanya kelalaian dalam proses pengadaan, penyimpanan, atau distribusi. Ia menilai pengawasan internal harus dievaluasi total.


“Programnya bagus, tapi kalau pengawasannya lemah, ini berbahaya. Jangan sampai niat meningkatkan gizi justru berubah menjadi ancaman bagi kesehatan siswa,” tambahnya.


Ia mendesak dilakukan audit menyeluruh terhadap rantai distribusi MBG di wilayah tersebut. Jika terbukti ada kelalaian, ia meminta agar sanksi tegas dijatuhkan tanpa pandang bulu.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih dalam proses konfirmasi. Publik kini juga menunggu sikap tegas dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pemangku kebijakan program. Jangan sampai BGN terkesan hanya menjadi simbol program di atas kertas, tanpa memastikan pengawasan ketat di lapangan. Sebab yang dipertaruhkan bukan sekadar citra program, melainkan kesehatan dan keselamatan generasi penerus di Kabupaten Sampang.

TerPopuler