SSPG Tanggumong 004 Disorot Tajam, Menu MBG Dinilai “Tak Rokaroan” oleh Wali Murid

SSPG Tanggumong 004 Disorot Tajam, Menu MBG Dinilai “Tak Rokaroan” oleh Wali Murid

Kamis, 26 Februari 2026, Februari 26, 2026


Presnews.my.id|SAMPANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui SSPG Tanggumong 004 di bawah naungan Yayasan Haqqul Yakin Duwa’ Pote kian menjadi sorotan tajam. Paket konsumsi jatah tiga hari (Senin-Rabu) yang diterima siswa dinilai sangat jauh dari semangat program, memicu kekecewaan wali murid serta Aktivis asal Sampang. Kamis 26-2-2026.


Pantauan di lapangan menunjukkan isi paket yang diterima siswa hanya berupa satu buah jambu, dua biji bakso tahu kukus, dua roti, serta satu bungkus klip abon—untuk konsumsi selama tiga hari. Komposisi tersebut langsung menimbulkan tanda tanya publik.


Jika mengacu pada harga eceran di pasaran, nilai total paket diperkirakan hanya berkisar Rp16 ribu. Angka ini dinilai jomplang dibanding besaran anggaran program, sehingga memunculkan dugaan ketidaksesuaian antara klaim program dan realisasi di lapangan.


“Saya sebagai orang tua sangat kecewa. Untuk tiga hari, menunya seperti ini. Jauh dari kata bergizi,” ujar salah satu wali murid dengan nada geram.


Wali murid lainnya menegaskan bahwa mereka mendukung program pemerintah, namun pelaksanaannya tidak boleh asal jalan.


“Kami bukan menolak MBG. Programnya bagus. Tapi kalau kualitas dan porsinya seperti ini, di mana letak makan bergizinya?” keluhnya.


Kritik paling pedas bahkan terlontar dalam bahasa Madura, “Sajen tak rokaroan MBG nah,” yang bermakna program MBG yang disalurkan justru semakin amburadul.


Sorotan juga datang dari Aktivis asal Sampang. Mereka mendesak pihak penyelenggara, termasuk Yayasan Haqqul Yakin Duwa’ Pote selaku pihak yang menaungi SSPG Tanggumong 004, agar segera membuka data secara transparan dan melakukan evaluasi menyeluruh. Menurut mereka, tanpa pengawasan ketat, program berpotensi melenceng dari tujuan utamanya.


“Jangan sampai program yang seharusnya mulia justru kehilangan makna di tingkat pelaksanaan,” tegas Aktivis yang enggan disebut namanya.


Hingga berita ini diturunkan, tim media masih mengalami kesulitan memperoleh klarifikasi resmi dari pihak SSPG Tanggumong 004 maupun Yayasan Haqqul Yakin Duwa’ Pote. 


Para wali murid berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan melakukan audit dan evaluasi menyeluruh, agar program MBG benar-benar menghadirkan asupan bergizi yang layak bagi siswa—bukan sekadar menggugurkan kewajiban penyaluran. (Red) 

TerPopuler