Makassar - Sejumlah wartawan yang datang untuk berziarah Lebaran ke kediaman Wakil Bupati Takalar, Hengki Yasin, di Jalan Buakana, Perumahan Crishe, Rappocini, Kota Makassar, dihalangi oleh sekuriti pada hari raya Idul Fitri. Penolakan ini menimbulkan reaksi kekecewaan dan pertanyaan dari para wartawan yang hadir.
Wartawan yang hadir merasa heran dan tidak puas dengan keputusan tersebut, karena mereka merasa telah memuat berita tentang Wakil Bupati saat kampanye dan sekarang malah ditolak. "Emang wartawan salah apa? Kita juga yang memuat beritanya di saat beliau ikut kampanye, nah, sekarang masa kita ditolak," kata salah seorang wartawan yang tidak mau disebutkan namanya.
Saat wartawan mencoba mendekati rumah Wakil Bupati, seorang ibu yang keluar dari dalam rumah mengatakan, "Ada p. wakil sekeluarga, kenapa tidak masuk?" Wartawan merasa heran karena mereka tidak diizinkan masuk. Sekuriti yang berjaga di depan rumah Wakil Bupati juga tidak memberikan penjelasan yang jelas tentang alasan penolakan tersebut.
Penolakan wartawan ini menimbulkan spekulasi di kalangan awak media. "Apakah ini berarti Wakil Bupati Takalar tidak ingin berinteraksi dengan media? Atau ada sesuatu yang tidak ingin disampaikan?" tanya seorang wartawan senior.
Sementara itu, beberapa warga sekitar rumah Wakil Bupati Takalar mengatakan bahwa mereka tidak melihat ada kegiatan apa pun di rumah tersebut. "Biasanya kalau ada acara, pasti ramai. Tapi hari ini sepi saja," kata salah seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Wakil Bupati Takalar, Hengki Yasin, terkait penolakan wartawan tersebut. Kami akan terus memantau perkembangan berita ini dan berusaha mendapatkan klarifikasi dari pihak terkait.
Dalam kesempatan ini, kami ingin mengajak pembaca untuk memikirkan pentingnya transparansi dan keterbukaan dalam pemerintahan. Apakah penolakan wartawan ini merupakan tanda bahwa Wakil Bupati Takalar, Hengki Yasin, tidak siap untuk berinteraksi dengan media dan masyarakat?

