Presnews.my.id|Sampang – Di tengah genangan air dan kekhawatiran warga, pemerintah daerah akhirnya hadir langsung. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, ST, MT, mendampingi Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz A. Qodir meninjau sejumlah titik terdampak banjir di Kabupaten Sampang, Minggu (4/1/2026) malam.
Kunjungan tersebut bukan sekadar formalitas. Kehadiran Wakil Bupati dan jajaran OPD di lokasi banjir menjadi pesan kuat bahwa pemerintah tidak tinggal diam saat masyarakat menghadapi situasi darurat. Pemerintah memilih turun langsung, menyapa warga, melihat kondisi sebenarnya, dan memastikan penanganan berjalan di lapangan—bukan hanya di atas kertas.
Salah satu lokasi yang dikunjungi berada di kelurahan dalpenang dan kelurahan rong tengah, kawasan permukiman yang terdampak cukup parah akibat genangan banjir. Di titik ini, Wakil Bupati bersama Kalaksa BPBD dan unsur terkait menyerahkan bantuan sembako secara langsung kepada warga. Bantuan tersebut menjadi penguat moril bagi masyarakat yang harus bertahan di tengah keterbatasan akibat banjir.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan menyusuri kawasan terdampak, berdialog dengan warga, serta mendengarkan langsung keluhan dan kebutuhan mendesak masyarakat. Pendekatan ini menegaskan bahwa penanganan bencana tidak hanya soal teknis, tetapi juga soal kemanusiaan.
Turut mendampingi kegiatan tersebut Wakil Bupati Sampang, Plt Kepala Dinas PUPR beserta Kabid SDA, Kalaksa BPBD Kabupaten Sampang, Camat dan Sekcam setempat, Kasat Samapta dan Pamapta Polres Sampang, serta unsur lintas sektor lainnya yang terlibat langsung dalam penanganan bencana dan pengamanan wilayah.
Kalaksa BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, menegaskan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat untuk memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.
“Sejak awal kejadian, BPBD terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor. Kehadiran Pak Wakil Bupati bersama OPD teknis di lokasi banjir ini untuk memastikan bahwa penanganan darurat—mulai dari evakuasi, pengamanan warga, hingga pengendalian aliran air—benar-benar berjalan cepat dan terkoordinasi,” ujarnya
.
Ia juga menyampaikan bahwa personel dan peralatan telah disiagakan di titik-titik rawan, sembari melakukan asesmen lanjutan guna menentukan langkah penanganan jangka pendek hingga menengah.
Sementara itu, Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz A. Qodir menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin berjarak dengan penderitaan warganya.
“Kami tidak ingin hanya menerima laporan dari balik meja. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, melihat langsung kondisi warga, dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi yang harus kami jaga,” tegas lora wabup sapaan akrabnya.
Ia juga menginstruksikan OPD teknis, khususnya Plt Dinas PUPR dan Kabid SDA, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap alur sungai dan infrastruktur pengendali banjir. Langkah ini dinilai penting agar kejadian serupa tidak terus berulang dan membebani masyarakat.
Dengan keterlibatan lintas sektor—mulai dari pemerintah daerah, BPBD, OPD teknis, hingga unsur kepolisian—penanganan banjir di Kabupaten Sampang diharapkan tidak berhenti pada respons darurat semata, tetapi berlanjut pada solusi nyata dan berkelanjutan demi keselamatan dan martabat masyarakat.(Wir)

