Presnews.my.id|Sampang – Kisah pilu dua lansia bersaudara di Desa Nyeloh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, mengetuk nurani banyak pihak. Masdhijah (70) dan adiknya Patha (59) hidup dalam kondisi serba kekurangan dan kini sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah, tidak hanya bantuan logistik sementara, tetapi juga tempat tinggal yang layak serta pengobatan maksimal.
Kondisi keduanya kian memprihatinkan setelah salah satu dari mereka mengalami cedera serius akibat terjatuh, hingga menyebabkan tidak mampu berjalan dan hanya terbaring. Keterbatasan ekonomi membuat akses terhadap layanan kesehatan yang memadai nyaris mustahil mereka jangkau secara mandiri.
Merespons kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Sampang pada Selasa, 13 Januari 2026, pukul 09.30 WIB, menyalurkan bantuan logistik darurat kepada kedua lansia tersebut. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh BPBD Kabupaten Sampang dan didampingi anggota DPRD Kabupaten Sampang serta Kepala Desa Nyeloh, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial pemerintah.
Bantuan yang diserahkan meliputi kasur, matras, terpal, kompor, perlengkapan masak dan makan, selimut, sandang lansia wanita, paket sembako, serta tambahan gizi. Meski demikian, bantuan tersebut dinilai belum mampu menjawab kebutuhan utama, yakni hunian layak dan penanganan medis berkelanjutan.
Melalui Kasi Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sampang, Mohammad Hozin, Kalaksa BPBD Kabupaten Sampang menegaskan bahwa kondisi dua lansia tersebut masuk kategori darurat kemanusiaan dan membutuhkan perhatian lintas sektor.
“Atas arahan Kalaksa BPBD Kabupaten Sampang, kami hadir untuk memberikan bantuan logistik darurat. Namun kami juga menilai bahwa kedua lansia ini sangat membutuhkan penanganan lanjutan, terutama tempat tinggal yang lebih layak dan pengobatan maksimal, karena salah satu dari mereka sudah tidak bisa berjalan akibat jatuh,” ungkap Mohammad Hozin kepada awak media (13/1).
Ia menambahkan, BPBD akan mendorong koordinasi dengan OPD terkait, termasuk dinas sosial dan dinas kesehatan, agar penanganan tidak berhenti pada bantuan logistik semata, tetapi berlanjut pada perlindungan sosial dan kesehatan jangka panjang.
“Ini bukan hanya soal bantuan barang, tetapi soal kemanusiaan dan keberlangsungan hidup warga, terutama lansia yang sudah tidak memiliki daya untuk bertahan sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan BPBD, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Sampang terpantau cerah berawan, sehingga proses penyaluran bantuan berjalan lancar.
Kondisi Masdhijah dan Patha kini menjadi cermin nyata masih adanya warga lansia yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, menunggu kehadiran negara secara lebih menyeluruh. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret agar keduanya dapat hidup dengan aman, sehat, dan bermartabat.(Wir)

