Presnews.my.id|Sampang – Proyek pengadaan dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Halim Perdana Kusuma atau Jalur Lingkar Selatan (JLS), Kabupaten Sampang, hingga kini belum rampung sepenuhnya, meski masa kontrak pekerjaan dilaporkan telah berakhir. Fakta ini memunculkan tanda tanya serius terkait kinerja pelaksana proyek maupun pengawasan dari instansi terkait.
Pantauan media di lokasi menunjukkan progres fisik pekerjaan diperkirakan baru mencapai sekitar 90 persen. Sejumlah kabel instalasi masih terlihat berserakan dan belum tertata sesuai standar teknis, sementara beberapa tiang PJU tampak tergeletak di tanah dan belum terpasang di sejumlah titik. Kondisi ini secara kasat mata memperlihatkan bahwa pekerjaan konstruksi belum selesai 100 persen, baik secara fisik maupun fungsional.
Ironisnya, di tengah klaim progres tinggi, fungsi utama proyek justru belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Sejumlah titik PJU diketahui belum menyala, sehingga manfaat penerangan jalan yang seharusnya dinikmati pengguna JLS pada malam hari belum optimal.
Sumber internal di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang, yang enggan disebutkan namanya, mengakui masih adanya pekerjaan tersisa. Ia menyebut pemasangan tiang dan penataan kabel masih terus dilakukan meski proyek telah melewati batas waktu kontrak.
“Pekerjaan tinggal tahap akhir. Beberapa titik masih dijadwalkan pemasangan tiang dan perapian kabel agar sesuai standar teknis,” ujarnya.
Pernyataan tersebut justru menegaskan bahwa proyek bernilai miliaran rupiah ini belum sepenuhnya selesai secara teknis, sehingga memunculkan pertanyaan publik: bagaimana mekanisme pengendalian kontrak dan pengawasan proyek dijalankan?
Ahmad, warga sekitar JLS, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan jauh dari kata tuntas. Ia menyebut pekerjaan masih berlangsung hingga malam hari, sementara penerangan baru berfungsi sebagian.
“Bisa dilihat sendiri, masih banyak yang belum selesai. Lampunya baru sebagian yang menyala, dan sampai malam masih dikerjakan,” tegasnya, Selasa (30/12/2025).
Berdasarkan data pengadaan, proyek PJU JLS memiliki pagu anggaran Rp3,18 miliar dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp3,17 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh PT Madura Energi Infrastruktur dengan nilai kontrak Rp3,148 miliar.
Dengan nilai anggaran yang tidak kecil, masyarakat mendesak agar penyelesaian proyek tidak hanya dikejar secara administratif, melainkan benar-benar tuntas di lapangan. Transparansi progres, kepatuhan terhadap kontrak, serta fungsi penerangan yang menyeluruh dinilai mutlak agar proyek ini tidak berakhir sebagai pekerjaan setengah jadi yang hanya “rampung di atas kertas”.(Wir)


