Presnews.my.id|Sampang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang mengeluarkan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan, Jum'at 19-12-2025.
Cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, puting beliung, hingga tanah longsor, terutama di wilayah rawan dan daerah dengan intensitas curah hujan tinggi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, ST, MT, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan langkah antisipatif sejak dini untuk meminimalisir risiko korban jiwa maupun kerugian material.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Sampang untuk selalu waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem, seperti banjir, angin kencang atau puting beliung, serta tanah longsor. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, sebaiknya masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah,” ujar Fajar kepada awak media (19-12).
Ia juga mengingatkan warga yang tinggal di daerah bantaran sungai, wilayah dataran rendah, serta kawasan perbukitan agar lebih berhati-hati dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi dinilai membahayakan.
“Masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir dan longsor agar terus memantau kondisi lingkungan sekitar. Jika terjadi tanda-tanda bahaya, segera laporkan kepada perangkat desa atau BPBD untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” tambahnya.
BPBD Kabupaten Sampang, lanjut Fajar, telah menyiagakan personel serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat respon apabila terjadi bencana di lapangan. Ia berharap partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan informasi kejadian bencana dapat membantu proses penanganan lebih cepat dan tepat.
BPBD Sampang juga mengimbau masyarakat untuk memastikan saluran air tetap lancar, memangkas pohon yang berpotensi tumbang, serta tidak berteduh di bawah pohon atau baliho saat terjadi angin kencang.
Dengan kewaspadaan bersama, diharapkan dampak bencana akibat cuaca ekstrem dapat diminimalisir dan keselamatan masyarakat Kabupaten Sampang tetap terjaga.(Wir)

