“Jangan Jadi Penonton! Aktivis Desak BBWS Brantas Audit Total Proyek P3-TGAI Gulbung”
Presnews.my.id|SAMPANG – Dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dikerjakan HIPPA Rabasan Indah di Dusun Srapong, Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, terus memantik gelombang kritik. Proyek yang dibiayai APBN senilai Rp195 juta itu kini didesak untuk diperiksa secara menyeluruh oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, menyusul dugaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
Sorotan tersebut menguat setelah media menemukan indikasi ketidaksesuaian pada pekerjaan pondasi saluran irigasi. Berdasarkan shop drawing, pondasi pasangan batu semestinya memiliki kedalaman 30 sentimeter. Namun, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan pada sejumlah titik pasangan batu diduga dipasang tanpa galian pondasi sebagaimana mestinya. Bahkan, diduga penggalian hanya dilakukan pada satu titik untuk kepentingan dokumentasi kepada pendamping. Selain itu, material batu pasangan yang digunakan juga diduga tidak sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi dalam gambar kerja.
Menanggapi temuan tersebut, salah satu aktivis muda di Kabupaten Sampang mendesak BBWS Brantas agar tidak hanya menerima laporan di atas meja, melainkan turun langsung melakukan inspeksi teknis di lokasi proyek.
"Jangan sampai BBWS Brantas hanya menjadi penonton ketika uang negara diduga dipertaruhkan pada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Kami meminta tim teknis segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Jika dugaan pelanggaran terbukti, proyek harus dievaluasi secara total, bahkan dibongkar bila memang tidak memenuhi standar teknis. Kami juga mengajak rekan-rekan media, aktivis, dan seluruh elemen masyarakat untuk mengawal proses ini agar tidak ada ruang sedikit pun bagi oknum yang bermain-main dengan anggaran negara," tegas Wirno, Senin (20/7/2026).
Ia menegaskan, pengawasan publik merupakan benteng terakhir untuk memastikan setiap rupiah uang rakyat benar-benar diwujudkan dalam pembangunan yang berkualitas, bukan sekadar mengejar serapan anggaran.
"Jangan biarkan proyek negara berubah menjadi monumen pembiaran. Kami siap menunjukkan langsung titik-titik yang patut diperiksa, bahkan bila diperlukan bagian mana yang harus dibongkar. Jangan sampai masyarakat menerima bangunan yang sejak awal diduga menyimpan persoalan konstruksi," tambahnya.
Dugaan tersebut memunculkan kekhawatiran serius terhadap kualitas bangunan saluran irigasi. Sebab, pondasi merupakan elemen utama yang menentukan kekuatan, stabilitas, dan umur konstruksi. Kesalahan pada tahap dasar berpotensi berdampak pada ketahanan bangunan dalam jangka panjang.
Karena itu, masyarakat berharap BBWS Brantas segera melakukan pemeriksaan lapangan secara objektif, independen, dan terbuka dengan melibatkan pengawasan publik. Apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya penyimpangan dari spesifikasi teknis, langkah korektif harus segera diambil, termasuk pembongkaran pada bagian yang tidak sesuai, sebelum pekerjaan dinyatakan selesai dan pencairan dana termin berikutnya dilakukan. Publik menilai, ketegasan menjadi harga mati agar program yang dibiayai APBN benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, bukan menyisakan persoalan di kemudian hari.
Penulis: Tim
Editor : Red
