Presnews.my.id|Sampang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang secara konsisten memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bencana melalui kegiatan sosialisasi kebencanaan yang dilaksanakan di Desa Jungkarang dan Desa Mlakah, Kecamatan Jrengik, Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sistematis BPBD dalam membangun kesadaran, pemahaman, serta kesiapan masyarakat terhadap potensi bencana di wilayah rawan, Kamis (8/1/2026).
Sosialisasi diikuti oleh unsur perangkat desa, kepala desa dan Pj kepala desa, Camat Jrengik, Kapolsek Jrengik, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga setempat. Materi yang disampaikan mencakup identifikasi potensi bencana di Kabupaten Sampang, langkah-langkah mitigasi dan pencegahan, mekanisme kesiapsiagaan, hingga prosedur evakuasi dan penanganan awal saat terjadi bencana.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Kabupaten Sampang, Ahmed Baso, menegaskan bahwa edukasi kebencanaan merupakan instrumen utama dalam menekan risiko dan dampak bencana, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan.
“Desa Jungkarang dan Desa Mlakah termasuk wilayah dengan potensi bencana. Karena itu, masyarakat harus dibekali pemahaman yang utuh agar tidak bersikap reaktif, melainkan siap dan sigap menghadapi kemungkinan terburuk,” tegas Ahmed Baso kepada awak media Presnews.
Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan masyarakat tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi juga kesiapan bertindak secara cepat dan tepat sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
“Masyarakat harus tahu apa yang dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana. Penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Warga adalah garda terdepan dalam penyelamatan diri dan lingkungan,” tambahnya.
BPBD Kabupaten Sampang memandang Kecamatan Jrengik sebagai salah satu wilayah yang membutuhkan penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan, sehingga koordinasi antara BPBD, pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat dapat berjalan efektif dalam situasi darurat.
Melalui sosialisasi ini, BPBD Sampang menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat secara preventif dan berkelanjutan, bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi sejak tahap pencegahan dan pengurangan risiko bencana. Diharapkan, budaya sadar bencana dapat tertanam kuat demi meminimalisasi korban jiwa dan kerugian akibat bencana di Kabupaten Sampang.(Wir)

