SAMARINDA – Di tengah upaya pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa, program inovatif Sekolah Rakyat terintegrasi (SRT).Terintegrasi Pemrograman di Samarinda hadir sebagai mercusuar harapan. Program yang didukung penuh oleh berbagai elemen masyarakat dan instansi ini digadang-gadang sebagai solusi strategis untuk memberantas kebodohan dan membuka pintu kesempatan emas bagi generasi penerus, terutama mereka yang berasal dari kalangan ekonomi lemah dan rentan kemiskinan ekstrem.
Komitmen kuat terhadap program vital ini digaungkan dengan lantang oleh Kapten Inf Imam Nawawi, Kapenrem 091/ASN sekaligus Ketua Cabang PSTD (Perguruan Silat dan Tenaga Dalam) Persatu 79 Samarinda. Pada Jumat, 19 Juni 2026, beliau menegaskan dukungan tanpa syarat atas inisiatif pemerintah ini. Kolaborasi sinergis antara Kapten Inf Imam Nawawi, serta pihak Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 dan 58 Samarinda menjadi garda terdepan dalam mewujudkan cita-cita mulia mencerdaskan anak bangsa.
"Sekolah Rakyat Terintegrasi ini bukan sekadar program, melainkan sebuah amanah suci dan jawaban nyata atas keprihatinan mendalam kita bersama terhadap generasi muda yang memiliki semangat belajar namun terhalang oleh kendala finansial," ujar Kapten Inf Imam Nawawi dalam pernyataannya yang penuh semangat. Program pemerintah semacam ini mutlak harus kita dukung sepenuh hati, karena dampaknya akan luar biasa bagi kemajuan dan regenerasi bangsa kita ke depan.
Kapten Inf Imam Nawawi juga memaparkan bahwa proses pembangunan dan pengembangan infrastruktur vital untuk SRT 57 dan 58, yang mencakup regional 24 kota madya, kini tengah berjalan dengan progres yang sangat baik. Salah satu fasilitas yang telah rampung dan beroperasi aktif adalah SRT 58. Sekolah ini berlokasi sangat strategis di Jalan Ery Suparjan, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Keberadaan sekolah rakyat ini diharapkan mampu menggapai dan membuka pintu kesempatan pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak kurang mampu yang mungkin datang dari berbagai pelosok, agar mereka bisa mengenyam pendidikan yang layak dan berkualitas setara dengan yang lain.
Dukungan untuk SRT tidak hanya datang dari institusi TNI, tetapi juga mengalir deras dari para penggerak pendidikan di lini terdepan. Kepala SRT, Ibu Rabiatul Adawiyah, memberikan penjelasan detail mengenai mekanisme penerimaan siswa baru yang unik. Berbeda drastis dengan sistem pendaftaran sekolah konvensional yang kerap berbelit, jalur penerimaan di Sekolah Rakyat Terintegrasi ini mengedepankan prinsip kepastian dan keadilan.
Kami sengaja tidak menerapkan sistem pendaftaran yang rumit atau berorientasi pada siapa cepat dia dapat," jelas Ibu Rabiatul Adawiyah. Proses penerimaan siswa sepenuhnya mengandalkan proses verifikasi ketat yang dilakukan oleh Panitia Penerimaan Peserta Didik (PPDP). Atau bisa juga melalui sistem Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) khusus untuk jalur sekolah rakyat. Tujuannya adalah memastikan bahwa bantuan dan fasilitas pendidikan ini benar-benar tersalurkan kepada mereka yang paling membutuhkan, yang datanya terverifikasi secara akurat berdasarkan basis data nasional."
Dengan fondasi kolaborasi yang solid, komitmen kuat dari berbagai pihak, dan mekanisme penerimaan yang transparan serta terukur, Sekolah Rakyat Terintegrasi Pemrograman di Samarinda memancarkan optimisme tinggi. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki daya saing tinggi dan bekal memadai untuk menghadapi kompleksitas tantangan masa depan. Dukungan berkelanjutan dari seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci utama kesuksesan program mulia ini dalam membawa perubahan positif bagi Kalimantan Timur dan Indonesia.penulis Nasrullah
