Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Puluhan Satuan Pendidikan di Kaltim, Perkuat Kesiapan SDM Menuju IKN

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Puluhan Satuan Pendidikan di Kaltim, Perkuat Kesiapan SDM Menuju IKN

Sabtu, 06 Juni 2026, Juni 06, 2026




BALIKPAPAN-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed, meresmikan dan menyerahkan program revitalisasi satuan pendidikan di Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, dalam kegiatan yang digelar di Gedung BSCC Dome Balikpapan, Jumat (5/6/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah, di antaranya Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas'ud, S.E., M.E., Ketua Komisi X DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.P.P., Wali Kota Balikpapan Dr. H. Rahmad Mas'ud, S.E., M.E., unsur Forkopimda, kepala dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, serta ratusan peserta dari berbagai satuan pendidikan penerima bantuan revitalisasi.



Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu'ti menegaskan bahwa revitalisasi sekolah bukan hanya sekadar pembangunan fisik bangunan pendidikan, melainkan bagian dari upaya besar meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.


"Revitalisasi fisik harus menjadi pemicu revitalisasi semangat belajar dan kualitas pendidikan. Sekolah yang nyaman, aman, dan inklusif harus melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Abdul Mu'ti.



Menurutnya, posisi strategis Balikpapan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara sebagai wilayah penyangga sekaligus mitra utama Ibu Kota Nusantara (IKN) menuntut kesiapan sumber daya manusia yang mampu bersaing secara nasional maupun global.


Ia menambahkan, fasilitas pendidikan yang lebih baik harus dimanfaatkan untuk memperkuat literasi, numerasi, pendidikan karakter, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.


Pada kesempatan tersebut, Abdul Mu'ti secara simbolis meresmikan revitalisasi satuan pendidikan di tiga daerah tersebut sebagai bagian dari program peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan yang diberikan kepada sektor pendidikan di Kaltim. Menurutnya, revitalisasi sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi masa depan yang akan menjadi bagian penting dalam pembangunan IKN.


"Kalimantan Timur saat ini berada di pusat transformasi nasional. Kehadiran IKN menjadi tantangan sekaligus peluang besar. Karena itu, pembangunan SDM unggul melalui pendidikan merupakan prioritas utama," kata Rudy.


Ia meminta seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk menjaga serta memanfaatkan fasilitas yang telah direvitalisasi guna meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.


Di sisi lain, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat sektor pendidikan melalui berbagai program strategis, termasuk penerapan wajib belajar 13 tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah.


Menurut Rahmad, selama periode 2025–2026, Kota Balikpapan menerima berbagai bentuk dukungan dari pemerintah pusat, mulai dari revitalisasi sekolah hingga program digitalisasi pendidikan.


"Kami menerima bantuan revitalisasi satuan pendidikan serta program digitalisasi berupa papan interaktif, laptop, dan perangkat pendukung lainnya. Ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Balikpapan," ujarnya.


Selain itu, Pemkot Balikpapan juga menjalankan program seragam gratis bagi siswa PAUD, SD, dan SMP serta pembangunan sejumlah unit sekolah baru guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.


Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian turut mengapresiasi pelaksanaan program revitalisasi pendidikan tersebut. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan memerlukan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga legislatif, serta masyarakat.


"Transformasi pendidikan tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan infrastruktur yang layak. Program revitalisasi ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan fasilitas pendidikan yang berkualitas," katanya.


Hetifah berharap sekolah-sekolah yang telah direvitalisasi dapat menjadi pusat pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan mampu melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.


Kegiatan peresmian berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 09.30 WITA dan berjalan aman, tertib, serta kondusif.


Kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI dalam agenda tersebut mendapat sambutan positif dari kalangan pendidik dan masyarakat.


Program revitalisasi satuan pendidikan di Balikpapan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan di Kalimantan Timur, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang mampu berperan aktif dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara dan kemajuan Indonesia di masa mendatang.


(Samsul Daeng Pasomba.PPWI)

TerPopuler