"B50 Resmi Melaju 1 Juli, Negara Berpotensi Kantongi Penghematan Devisa Rp157 Triliun"

"B50 Resmi Melaju 1 Juli, Negara Berpotensi Kantongi Penghematan Devisa Rp157 Triliun"

Jumat, 19 Juni 2026, Juni 19, 2026

 "B50 Resmi Melaju 1 Juli, Negara Berpotensi Kantongi Penghematan Devisa Rp157 Triliun"



Presnews.my.id|JAKARTA – Dilansir dari Channel YouTube MetroTV, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mulai menerapkan kebijakan B50 pada 1 Juli 2026. Program tersebut diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun sepanjang tahun ini melalui pengurangan impor bahan bakar solar.



B50 merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati dan 50 persen solar. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.



Kementerian ESDM menjelaskan, selain memberikan manfaat berupa penghematan devisa, implementasi B50 juga diperkirakan mampu meningkatkan nilai tambah industri minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) hingga Rp24,68 triliun. Program ini juga berpotensi menyerap sekitar 2,21 juta tenaga kerja di berbagai sektor yang terkait dengan rantai pasok biodiesel.



Dari sisi lingkungan, penggunaan B50 diproyeksikan dapat menekan emisi gas rumah kaca hingga 46,72 juta ton. Capaian tersebut dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendukung transisi energi dan upaya pengendalian perubahan iklim.



Pemerintah menegaskan bahwa penerapan B50 merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas energi nasional di tengah fluktuasi harga minyak dunia. Kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri, khususnya sektor kelapa sawit, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.



Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, program B50 diyakini menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan kemandirian energi Indonesia sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi nasional di masa mendatang. 

Editor: Wir

TerPopuler