ISampang – Proyek galian pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Raya Kamuning, Kecamatan Sampang, kembali memantik amarah warga. Bukannya membawa manfaat, proyek ini justru menghadirkan ancaman keselamatan dan tindakan semena-mena yang semakin sulit diterima akal sehat.
Di lapangan, galian dibiarkan terbuka tanpa garis pengaman, tanpa lampu peringatan, dan tanpa papan informasi. Situasi itu membuat pengguna jalan berada dalam risiko kecelakaan, terutama pada malam hari.
Tak hanya soal keselamatan, perilaku oknum pekerja proyek juga membuat warga geram. Pagar milik warga yang berada tepat di dekat area pengerjaan dirusak tanpa permisi. Yang lebih membuat warga tersulut emosi, oknum tersebut sempat mengelak ketika ditegur.
Salah satu warga pemilik pagar menceritakan kejadian itu.
“Saya kaget pagar saya sudah rusak. Waktu saya tanya, dia bilang ‘kami nemu di bawah.’ Padahal kami lihat dengan mata telanjang, dia sendiri yang sengaja mematahkan pagar itu. Kok bisa-bisanya masih berkilah begitu?” ujar Wirno, menahan amarah.
Ia menegaskan bahwa warga tidak menghalangi pembangunan, namun tindakan arogan seperti itu tidak bisa dibiarkan.
“Pembangunan silakan jalan, tapi jangan merusak hak orang lalu pura-pura tidak tahu. Ini sudah keterlaluan. Harus ada pertanggungjawaban,” tegasnya.
Warga lain juga heran mengapa proyek pemerintah bisa berjalan tanpa standar keselamatan kerja yang semestinya wajib diterapkan. Muncul dugaan bahwa pelaksanaan dilakukan tanpa pengawasan teknis yang memadai, sehingga para pekerja bertindak seenaknya.
Dengan sederet fakta tersebut, warga mendesak dinas terkait untuk turun tangan, memperbaiki tata kelola proyek, memberikan sanksi kepada oknum yang merusak, serta memastikan keselamatan masyarakat terjamin.
“Jangan tunggu ada korban dulu baru ribut klarifikasi. Keselamatan warga bukan bahan coba-coba,” ujar seorang warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi.
Penulis: W
Editor : Redaksi
