“Angin Kencang Mengamuk di Camplong, Dapur Roboh Renggut Nyawa Nenek 68 Tahun”

“Angin Kencang Mengamuk di Camplong, Dapur Roboh Renggut Nyawa Nenek 68 Tahun”

Jumat, 06 Maret 2026, Maret 06, 2026

 


Presnews.my.id|SAMPANG — Suasana malam di Dusun Rabesen Selatan, Desa Rabesen, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang berubah menjadi duka mendalam setelah hujan deras disertai angin kencang memicu tragedi yang merenggut satu nyawa warga.


Seorang nenek bernama Musayyah (68) dilaporkan meninggal dunia setelah dapur rumahnya roboh dan menimpanya saat sedang memasak. Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat dini hari (6/3/2026) sekitar pukul 01.33 WIB ketika cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut.


Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat hujan deras mengguyur disertai hembusan angin kencang, korban tetap berada di dapur sederhana miliknya yang terbuat dari kayu dengan dinding anyaman bambu. Tanpa diduga, bangunan dapur tersebut tiba-tiba ambruk dan menimpa tubuh korban.


Teriakan keluarga memecah keheningan malam ketika mereka berusaha menolong korban dari reruntuhan bangunan. Namun upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat tertimpa bangunan dapur yang roboh.


Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sampang yang menerima laporan kejadian segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan serta asesmen terhadap dampak bencana.


Kepala Pelaksana BPBD Sampang Fajar Arif, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Mohammad Hozin, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan dampak langsung dari cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Camplong.


“Personel BPBD langsung bergerak melakukan assessment terhadap rumah yang roboh serta memastikan kondisi di lapangan. Kejadian ini dipicu hujan deras disertai angin kencang yang menerjang wilayah Camplong,” ujar Hozin.


Cuaca ekstrem tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan di sejumlah desa di Kecamatan Camplong.


Data sementara BPBD mencatat, hujan deras dan angin kencang yang terjadi sejak Kamis (5/3) sekitar pukul 16.30 WIB menyebabkan puluhan pohon tumbang di beberapa desa, di antaranya Desa Batu Karang, Dharma Camplong, Taddan, Rabesen, Tambaan, hingga Desa Sejati.


Batang-batang pohon berukuran besar seperti mangga, trembesi, waru, kelapa, asam jawa, jati dan mahoni tumbang hingga menutup akses jalan warga.


Tak hanya itu, puluhan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga sedang akibat terpaan angin. Bahkan satu musholla mengalami kerusakan berat.


“Dari enam desa yang terdampak, total kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. Untuk korban akibat pohon tumbang nihil, namun satu warga meninggal akibat bangunan dapur yang roboh,” jelas Hozin.


Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Sampang, Polsek Camplong, Agisena BPBD Jawa Timur, Taruna Siaga Bencana, aparatur desa serta warga setempat langsung bergerak melakukan evakuasi pohon tumbang dan membersihkan material yang menutup akses jalan.


Berjam-jam berjibaku di lapangan, tim akhirnya berhasil membuka kembali akses jalan yang sebelumnya tertutup pohon tumbang.


Sementara itu, duka masih menyelimuti keluarga korban. Meski terpukul, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah Musayyah kemudian dimakamkan oleh keluarga pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB di pemakaman desa setempat.


Hingga saat ini kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Sampang terpantau berawan. BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.(Red) 

TerPopuler